Komdigi Gandeng Meta Perangi Judi Online, Tim Khusus Dibentuk untuk Basmi Spam Judol di Instagram dan Facebook
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Promosi judi online terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi digital. Jika sebelumnya pelaku mengandalkan iklan, pesan singkat, atau situs web ilegal, kini mereka memanfaatkan kolom komentar media sosial sebagai sarana baru untuk menjaring korban.
Modus ini dinilai lebih efektif karena dapat menjangkau jutaan pengguna hanya dalam waktu singkat melalui unggahan akun-akun yang memiliki banyak pengikut.
Fenomena tersebut semakin mencuat sejak berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026. Tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dimanfaatkan sindikat judi online untuk membanjiri kolom komentar dengan tautan dan ajakan bermain taruhan olahraga.
Akibatnya, tidak sedikit akun milik instansi pemerintah, media massa, tokoh publik, hingga kreator konten menjadi sasaran serangan komentar spam.
Melihat eskalasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah baru dengan menggandeng Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram.
Kedua pihak sepakat membentuk tim khusus yang akan fokus memperkuat pemberantasan promosi judi online, terutama yang memanfaatkan fitur komentar sebagai media penyebaran.
Komdigi dan Meta Bentuk Tim Bersama Berantas Spam Judi Online
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Komdigi dan perwakilan Meta di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pembentukan tim bersama merupakan respons atas meningkatnya penyalahgunaan kolom komentar media sosial untuk mempromosikan situs judi online.
"Kita telah menyepakati untuk membentuk sebuah tim bersama dalam mengatasi permasalahan judi online di platform, terkhusus yang belakangan ini banyak masukan kepada kami, yaitu spam di komentar," kata Meutya.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada Meta. Pemerintah juga berencana membangun mekanisme serupa dengan berbagai platform digital lainnya agar penanganan konten judi online dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Komdigi mencatat dalam dua pekan terakhir jumlah komentar spam yang mempromosikan judi online meningkat sekitar 128 persen dibandingkan rata-rata temuan selama Januari hingga Juni 2026.
Berdasarkan hasil analisis, lonjakan tersebut dipicu oleh aktivitas jaringan bot yang bekerja secara otomatis. Sasaran utamanya adalah akun media sosial dengan tingkat interaksi tinggi, seperti akun pemerintah, media massa, tokoh publik, hingga influencer.
Load more