- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas
Jakarta, tvOnenews.com - Festival Bandeng kembali berlangsung di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat sebagai momen peringatan perayaan Imlek pada tiap tahunnya.
Lantas, saat itu pula pedagang ikan laut berkumpul menjajakan dagangannya terkhusus ikan bandeng berbarengan dengan pembeli yang memadatinya.
Festival Ikan Bandeng terbilang telah menjadi tradisi bagi warga Jakarta saat momen peringatan Imlek setiap tahunnya.
Festival yang berlangsung pada 14-15 Februari 2026 itu turut menjadikan DKI Jakarta sebagai kota multikultural.
- Istumewa
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turut membuka festival yang bertajuk 'Harmoni Tradisi Betawi dan Tionghoa Menuju Jakarta Kota Global yang Berbudaya'.
Pramono mengungkap tradisi 'Nganter Bandeng' merupakan warisan Budaya Betawi dan Tionghoa yang telah diwariskan secara turun menurun.
"Kebiasaan ini menjadi bukti nyata akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa yang telah mengakar dan membentuk harmoni sosial di Jakarta," kata Pramono dikutip pada Selasa (17/2/2026).
Pramono mengungkap festival ini juga bukan semata sebagai tradisi yang dilakukan oleh masyarakat.
Sebab, tradisi secara turun menurun tersebut kini juga terbilang sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat.
"Festival ini berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Bagi saya pribadi hadir di festival ini bukan sekedar menjaga tradisi dari waktu ke waktu. Saya berharap UMKM di Rawa Belong dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik," katanya.
Pedagang Keluhkan Ormas Minta Jatah Lapak
Kendati sebagai tradisi turun menurun serta roda pemutar ekonomi masyarakat, festival ini juga memiliki kisah kelamnya yang dirasakan para pedagang.
Meski, gembar-gembor para pemangku kebijakan terkait meastikan tak adanya aksi premanisme berupa pungutan liar (pungli) ke pedagang terbilang hanya isapan jempol belaka.
Pasalnya, pedagang Festival Bandeng justru telah merasakan aksi pungli yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (Ormas) setempat.
- tvOnenews - syifa
Padahal, Festival Bandeng secara resmi dibuka oleh Pramono Anung yang mengartikan adanya peran pemerintah daerah dalam kegiatan itu.
Semisal pengakuan aksi pungli dari ormas yang dialami pedagang ikan bandeng dalam festival itu.
Bang Cobra seorang pedagang ikan bandeng mengaku sudah ikut festival ini sejak Tahun 2025 kemarin.
Dia mengaku sangat terbantu dengan diadakannya Festival Bandeng tersebut.
"Iya dong, tiap tahun emang dagang di sini,” kata Bang Cobra kepada tvOnenews.com.
Kendati demikian, Bang Cobra tak mengelak adanya aksi yang dilakukan oleh ormas.
Bang Cobra menyebut beberapa pedagang ada yang didatangi ormas tersebut.
“Masih ada ormas yang mau nagihin,” kata dia.
Menurut Bang Cobra, ormas itu meminta jatah uang Rp150 ribu dan satu ekor ikan bandeng kepada masing-masing pedagang.
“Kemarin sih denger dibilang minta Rp150 (ribu) sama ikan satu ekor,” ungkapnya.
Dia bersama seluruh pedagang di festival tersebut mengaku tidak nyaman dengan adanya pungli itu.
Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan lapak dagang secara gratis.
“Padahal kita sudah digratisin sama Pemprov ya, sudah enggak ada pungli-pungli, tapi ternyata masih ada. Jadi kita enggak nyaman juga gitu loh,” kata Bang Cobra.
Meski begitu, Bang Cobra menyebut seluruh pedagang kompak tidak memberi jatah kepada ormas tersebut.
“Enggak, tetap enggak (dikasih jatah). Karena biasanya yang nagih-nagih itu ormas yang di luar daerah sini. Kalau ormas yang anak-anak sini enggak mau, dia ngertilah,” pungkasnya.(saa/raa)