- Istimewa
Jalan Tol Sepanjang 120 Km Dibuka, Pakar Ingatkan Pengaturan Lalu Lintas Jadi Penentu Nyawa Pemudik
Jakarta, tvOnenews.com - Penambahan ratusan kilometer jalan tol fungsional jelang Lebaran 2026 tidak otomatis menjamin perjalanan mudik akan lancar. Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menegaskan, lonjakan kendaraan saat musim mudik pada dasarnya memang melampaui kapasitas desain jalan di Pulau Jawa.
Berdasarkan data terbaru PT Jasa Marga 2026, pemerintah menyiapkan jalan tol fungsional sepanjang 120,76 kilometer di empat titik strategis. Ruas terbesar berasal dari Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 km, disusul Tol Probolinggo–Banyuwangi 49,68 km.
Selain itu, dua ruas baru dioperasikan di wilayah DIY dan Jawa Tengah, yakni Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani (11,48 km) serta Tol Jogja–Bawen segmen Ambarawa–Bawen (4,85 km).
Namun Djoko mengingatkan, persoalan utama mudik bukan semata ketersediaan jalan. Ia menilai jaringan jalan, baik tol maupun arteri, sejak awal tidak dirancang untuk menghadapi ledakan volume kendaraan dalam waktu bersamaan seperti Lebaran.
Kondisi tersebut membuat kemacetan nyaris tak terhindarkan. Karena itu, fokus kebijakan seharusnya bukan sekadar menambah jalan, melainkan mengatur arus kendaraan secara presisi.
“Jalan tol maupun arteri di Jawa tidak dirancang untuk lonjakan volume ekstrem saat Lebaran. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas yang matang menjadi kunci utama. Di samping itu, kemacetan saat mudik Lebaran sulit dihindari, maka fokus utama adalah mengendalikan arus lalu lintas dan menjamin keselamatan pemudik,” kata dia, saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (18/2/2026).
Fenomena lain yang muncul, masyarakat tetap memilih jalan tol karena faktor keamanan dan kenyamanan meski berisiko macet panjang. Sementara jalur alternatif dinilai lebih berbahaya karena bercampur dengan sepeda motor serta minim rambu dan penerangan.
Djoko juga mengingatkan kesiapan kendaraan menjadi faktor krusial keselamatan perjalanan. Pemudik diminta memahami prosedur darurat ketika terjadi gangguan di jalan.
“Jika terjadi kerusakan kendaraan berhenti di jalur kiri dan segera menghubungi pusat pelayanan petugas untuk meminta bantuan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan BBM terisi penuh atau keterisian batre mencukupi,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan mudik 2026 bukan diukur dari seberapa panjang jalan tol baru dibuka, melainkan seberapa baik pemerintah mampu mengendalikan arus kendaraan dan meminimalkan risiko kecelakaan di tengah kepadatan perjalanan tahunan terbesar di Indonesia. (agr/iwh)