- Antara
Ada Aksi Biduan di Balik Gubuk Karaoke, Warga Kembangan Jakbar Geram Lihat Aktivitas Tak Lazim di Pinggir Tol Tiap Malam
Jakarta, tvOnenews.com - Warga secara terang-terangan melayangkan protes keras terhadap keberadaan deretan gubuk karaoke liar yang menjamur di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2, Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan.
Pasalnya, lapak-lapak semi permanen tersebut diduga kuat menjadi kedok bagi praktik prostitusi ilegal.
Kekesalan warga ditumpahkan melalui pemasangan sejumlah spanduk bernada penolakan di sekitar lokasi. Mereka menuntut agar aktivitas maksiat di wilayah tersebut segera dihentikan karena sudah sangat mengganggu ketenangan lingkungan.
Seorang warga berinisial Chandra (30) mengungkapkan bahwa gubuk-gubuk tersebut kerap beroperasi layaknya tempat hiburan malam dengan dentuman musik yang memekakkan telinga hingga dini hari.
"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ujar Chandra saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2).
Chandra menambahkan, kebisingan dari tempat tersebut seringkali tidak mengenal waktu, sehingga membuat warga sekitar kesulitan beristirahat.
"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdut. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," keluhnya.
Desakan Penertiban Menjelang Bulan Suci
Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, Nasrullah, mengonfirmasi bahwa keresahan warganya sudah mencapai puncaknya. Ia menyebut gangguan suara musik menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat.
"Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," tegas Nasrullah.
Berdasarkan keterangan Nasrullah, gubuk-gubuk liar tersebut sebenarnya sudah berdiri cukup lama, tepatnya sejak masa pembebasan lahan warga untuk pembangunan jalan tol.
Mirisnya, para pengunjung maupun pelaku aktivitas di sana bukanlah warga asli setempat, melainkan orang luar yang tidak diketahui asalnya.
Langkah hukum pun telah ditempuh oleh pengurus lingkungan guna merespons aspirasi warga yang sudah tidak tahan lagi.
"Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke kelurahan," ungkap Nasrullah.
Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, warga menaruh harapan besar agar aparat berwenang segera melakukan pembongkaran atau penertiban total terhadap gubuk-gubuk tersebut.
Harapan ini mulai mendapat perhatian, di mana terpantau sejumlah petugas Satpol PP dengan kendaraan operasional mulai melakukan patroli rutin di sepanjang jalur pinggir tol tersebut guna mengawasi aktivitas ilegal yang terjadi. (ant/dpi)