- Antara
Jakarta Diguyur Hujan, Warga Bisa “Cek Situasi Dulu Baru Jalan”: Ini Cara Pantau Banjir Real-Time dari Genggaman
Bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian sebelum bepergian, data ini menjadi rujukan penting untuk menilai risiko perjalanan.
Gunakan Navigasi Digital untuk Hindari Jalur Tergenang
Aplikasi navigasi seperti Google Maps juga dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantau situasi lapangan. Selain menunjukkan kondisi lalu lintas, platform ini kerap menampilkan laporan pengguna terkait banjir, jalan tertutup, atau hambatan lainnya.
Ketika sistem mendeteksi gangguan di rute utama, aplikasi secara otomatis menyarankan jalur alternatif agar perjalanan tetap efisien. Fitur berbasis partisipasi pengguna ini membuat informasi di lapangan bisa tersebar lebih cepat.
Dengan kata lain, teknologi navigasi kini tidak hanya membantu mencari jalan tercepat, tetapi juga menjadi alat mitigasi risiko bencana perkotaan.
CCTV Publik Bisa Jadi “Mata Tambahan” Warga
Pemantauan kondisi Jakarta juga dapat dilakukan melalui jaringan kamera pengawas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terintegrasi dalam sistem Jakarta Smart City.
Melalui akses CCTV publik, masyarakat dapat melihat kondisi ruas jalan secara langsung. Tayangan ini memperlihatkan situasi aktual di lapangan, mulai dari tinggi genangan, kepadatan kendaraan, hingga apakah jalur tertentu masih bisa dilalui kendaraan roda dua atau roda empat.
Bagi pengendara, informasi visual ini sangat membantu dalam mengambil keputusan cepat, terutama ketika kondisi cuaca berubah drastis dalam waktu singkat.
Antisipasi Lebih Penting daripada Terjebak di Jalan
Genangan air sering dianggap masalah rutin saat musim hujan. Namun dampaknya bisa jauh lebih besar jika tidak diantisipasi. Selain mengganggu aktivitas, banjir di jalan dapat menyebabkan kerusakan kendaraan, menurunkan keselamatan berkendara, bahkan memicu kecelakaan akibat mesin mati mendadak.
Dengan memanfaatkan teknologi pemantauan real-time, masyarakat sebenarnya bisa menghindari banyak risiko tersebut. Mengecek kondisi sebelum berangkat kini menjadi langkah sederhana yang dapat menghemat waktu, biaya perbaikan kendaraan, hingga menjaga keselamatan.
Digitalisasi informasi kebencanaan juga menunjukkan bagaimana kota besar seperti Jakarta bergerak menuju sistem mitigasi berbasis data. Informasi tidak lagi bersifat reaktif, melainkan preventif—memberi kesempatan warga untuk bersiap sebelum terdampak.