- Tim tvOne
Sosok Low Tuck Kwong, 'Raja Batu Bara' yang Beli Lukisan SBY Rp6,5 Miliar, Pernah Jadi Orang Terkaya di Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melepas sebuah karya lukis bertema Imlek dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theater, Rabu (18/2/2026). Karya tersebut terjual Rp6,5 miliar kepada konglomerat Low Tuck Kwong.
Lukisan berukuran 130 cm x 80 cm itu menampilkan figur kuda biru dengan surai oranye menyerupai api dan diberi tajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”. Tema dipilih menyesuaikan Tahun Kuda Api pada kalender Imlek 2026.
“Oleh karena itu, in this painting, Saya meletakkan kuda api dalam lingkungan suasana yang teduh, yang peaceful. Maka biru di sini melambangkan peace, damai, teduh,” ujar SBY menjelaskan filosofi karyanya.
"Sehingga my imagination is, ada sebuah kuda api melambangkan tekad, kekuatan, energi mencapai tujuan yang baik tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh," sambung dia.
Proses lelang dipandu Ossy Dermawan. Penawaran dibuka Rp200 juta dan berlangsung dinamis. Sejumlah tokoh ikut bersaing, termasuk Deddy Corbuzier yang sempat mengajukan Rp1 miliar. Harga terus naik hingga keluarga Low Tuck Kwong memastikan kemenangan di angka Rp6,5 miliar.
Seluruh dana hasil lelang disalurkan untuk masyarakat prasejahtera, komunitas Tionghoa yang membutuhkan, dan korban bencana alam di berbagai daerah.
Profil Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong lahir di Singapura, 17 April 1948, dan menjadi WNI pada 1992. Ia dikenal sebagai pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), emiten tambang batu bara besar di Indonesia.
Forbes pada penghujung 2022 mencatat kekayaannya 25,2 miliar dolar AS, menempatkannya di jajaran orang terkaya di Indonesia . Julukan “Raja Batu Bara” atau “The Coal King” melekat seiring ekspansi bisnisnya di sektor pertambangan.
Kariernya bermula dari perusahaan konstruksi keluarga di Singapura sebelum hijrah ke Indonesia pada 1972. Ia mendirikan PT Jaya Sumpit Indonesia pada 1973 dan memperluas usaha ke kontraktor tambang pada 1988.
Tambang batu bara pertama diakuisisi melalui PT Gunungbayan Pratamacoal pada 1997, disusul pengelolaan terminal batu bara di Balikpapan pada 1998.
Di luar batu bara, ia memiliki investasi energi terbarukan lewat Metis Energy di Singapura serta terlibat dalam bisnis kabel bawah laut melalui SEAX Global. Low juga aktif dalam kegiatan sosial, termasuk dukungan konservasi satwa dan program beasiswa pendidikan.