- ist
Dwi Sasetyaningtyas 'Penerima LPDP' Sesumbar Anaknya Pegang Paspor WNA Dihujat, Peneliti BRIN: Ini Jadi Tamparan
"Ini adalah surat dari home office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris. Dan yang kedua, udah resmi jadi British Citizen," jelasnya.
Sementara, Tyas berbicara status kewarganegaraannya yang masih WNI. Ucapan yang membuat publik geger karena tidak bangga terhadap status WNI setelah dibantu oleh negara melalui beasiswa LPDP.
"Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucapnya.
Publik langsung geram hingga video tersebut merebak luas di berbagai platform media sosial. Akibatnya, Tyas membuat klarifikasi permintaan maaf telah membuat kegaduhan.
"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang membuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," jelas Tyas.
Ia mengaku ucapan tersebut terlontarkan bagian bentuk kekecewaannya sebagai WNI. Namun, setiap amarah tidak semuanya diluapkan ke ruang publik.
Ia menyadari kalimatnya telah terlampau batas. Saking tidak senangnya menjadi WNI, bisa melukai masyarakat Indonesia.
"Saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut, tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," tukasnya.
(hap)