News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sosok Dwi Sasetyaningtyas, Penerima LPDP Dihujat Usai Viral Banggakan Anak Jadi WNA Inggris, Ternyata Aktivis Lingkungan

Video berdurasi singkat itu menampilkan momen ketika Tyas menerima dokumen dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi berstatus sebagai Warga Negara Inggris
Jumat, 20 Februari 2026 - 10:28 WIB
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas atau yang akrab disapa Tyas, menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diunggahnya di media sosial viral dan memicu reaksi keras warganet.

Video berdurasi singkat itu menampilkan momen ketika Tyas menerima dokumen dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi berstatus sebagai Warga Negara Inggris. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam rekaman itu, Tyas terlihat mengekspresikan kebahagiaan atas status tersebut dan mengatakan, “Ini adalah surat… bahwa anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris."

“Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar dia.

Ungkapan tersebut langsung menuai kritik di sejumlah platform media sosial. Banyak warganet menilai sikap Tyas merendahkan identitas kebangsaan Indonesia dan tidak mencerminkan rasa terima kasih atas beasiswa yang bersumber dari uang negara. 

Seorang pengguna akun X mempertanyakan sikap tersebut dengan mengatakan bahwa menerima beasiswa dari uang pajak lalu menyarankan anaknya bukan menjadi WNI dianggap tidak pantas.

Tak hanya itu, sejumlah komentar di media sosial juga menyebut Tyas menggunakan istilah “paspor kuat” yang dianggap meremehkan paspor Indonesia. Beberapa warganet bahkan menyebutnya sebagai bentuk “ingkar budi” terhadap beasiswa LPDP.

Sementara itu, tanggapan netizen lainnya mengaitkan kasus ini dengan kewajiban penerima beasiswa LPDP. Pada diskusi di media sosial, muncul tudingan bahwa suami Tyas diduga belum memenuhi kewajiban 2N+1 setelah menyelesaikan studi, yakni kembali ke Indonesia dan berkontribusi sesuai ketentuan beasiswa.

Hingga kini, baik Tyas maupun pihak LPDP belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut.

Profil Dwi Sasetyaningtyas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas dikenal sebagai alumni penerima beasiswa LPDP yang pernah menempuh studi di luar negeri. Ia merupakan pendiri Sustaination, sebuah organisasi yang bergerak di bidang gaya hidup ramah lingkungan dan edukasi pengelolaan sampah.

Tyas merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan pendidikan di Delft University of Technology di Belanda pada program S2. Sejak meraih gelar dari luar negeri, ia berkegiatan di Indonesia dan dikenal aktif dalam komunitas lingkungan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di Jatinangor

Lima pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di jalan nasional depan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kecamatan Jatinangor.
Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran, Damkar Jakarta Terjunkan 100 Personel

Kebakaran hebat melanda kawasan pada penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Kebakaran Lahan di Nagan Raya Aceh Meluas Hingga 17 Hektare

Tim gabungan hingga saat ini terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur.
BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, karena tidak mengantongi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.
KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma Peringati Hari Lahir Pancasila dan Resmikan Patung Presiden Soekarno

KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Trending

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Tudingan Naik Private Jet ke Jakarta

Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan menggunakan private jet untuk terbang ke Jakarta....
Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib Memilukan Seorang ART di Bogor, Karena Charger Nyawanya Melayang

Nasib memilukan seorang asisten rumah tangga (ART) berinsial RR (26) di Bogor. Pasalnya, nyawanya meyalang karena sebuah charger dan nyawanya disikat rekannya
AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

AKBP Syarif Beberkan Penyebab Utama Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila

Ajudan mantan Presiden Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansya beberkan penyebab utama Jokowi tidak hadiri upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini
Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Miris, Anak-anak Korban Penyalahgunaan Lem di Bawah Jembatan Ampera Dibina Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban penyalahgunaan lem di kawasan Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Mengotori Tangan, Merawat Masa Depan: Edukasi Lingkungan di Desa Gongsol

Semangat itu hadir di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, melalui kegiatan TANDU OSOJI yang diinisiasi HMJ IKO FISIP UMSU bersama Tangan Edukasi Indonesia. Desa yang terbagi ke dalam empat dusun ini memiliki kehidupan yang khas. Di siang hari, suasana desa dipenuhi riuh anak-anak karena sebagian besar orang tua bekerja di ladang sebagai petani.
Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Pesan KDM untuk Warga Jabar, Khususnya Ibu-ibu Diminta Cerdas bermain Medsos

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi menyampaikan pesan penting agar warganya bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Sebut Diplomasi Presiden Tak Bisa Diganti Zoom atau Telepon

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai kritik masukan Dino Patti Djalal agar presiden melakukan diplomasi melalui telepon maupun Zoom meeting dengan negara lain tidak tepat.
Selengkapnya

Viral