- BPMI Setpres
Pertemuan Prabowo di Washington D.C. Berbuah “Partnership”, Bukan Sekadar Penjajakan
Jakarta, tvOnenews.com — Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan 12 perusahaan investasi raksasa dunia di Amerika Serikat mulai menunjukkan hasil konkret. Para investor global tidak lagi sekadar memetakan peluang, melainkan telah masuk tahap kemitraan yang siap diumumkan.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan, pembahasan dalam pertemuan tersebut sudah melampaui tahap eksplorasi awal. Ia menyebut sejumlah kesepakatan kerja sama sebenarnya telah tercapai, hanya tinggal menunggu momentum pengumuman resmi.
“Sebetulnya bukan hanya diskusi. Jadi semuanya itu memang kita belum announce tapi memang ini semua sudah merupakan partnership yang nantinya pada saat waktunya akan kita sebutkan,” ujar Pandu, dalam keterangan pers, YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, investor global memfokuskan perhatian pada sektor-sektor yang berperan langsung dalam transformasi ekonomi nasional. Bidang renewable energy, energi transisi, serta pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama karena dinilai menentukan pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas ekonomi.
Selain sektor fisik, minat investasi juga mengarah pada pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi. Bahkan, salah satu investor besar yang terlibat merupakan investor utama OpenAI. Mereka mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi sektor strategis di Indonesia.
“Mereka bilang bagaimana bisa penggunaan OpenAI juga kepada sektor-sektor kita untuk meningkatkan efisiensi,” kata Pandu.
CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyatakan kehadiran langsung para petinggi perusahaan global menunjukkan keseriusan minat terhadap Indonesia. Ia menekankan, pertemuan tersebut telah berkembang menjadi pembicaraan lanjutan yang lebih konkret.
“Ya, jadi ini sebenarnya bukan hanya diskusi dengan para pengusaha global, tapi sudah pembicaraan lebih lanjut kan. Bapak Presiden juga sangat apresiasi senang karena yang datang ini benar-benar CEO, level CEO atau Presiden-nya langsung,” ujar Rosan.
Pertemuan di Washington DC itu dinilai menjadi sinyal penguatan posisi Indonesia dalam peta investasi global. Minat pada energi bersih, infrastruktur, teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan menandai pergeseran persepsi investor yakni Indonesia tidak lagi hanya pasar potensial, tetapi mitra strategis jangka panjang. (agr/ree)