- Istimewa
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik
Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan publik terhadap Dwi Sasetyaningtyas terus melebar. Setelah pernyataannya di media sosial menuai kontroversi, kini perhatian warganet bergeser kepada sosok ayah mertuanya, Syukur Iwantoro, yang rekam jejak dan laporan kekayaannya ikut dikulik.
Nama Syukur menjadi bahan perbincangan setelah publik menelusuri latar belakang keluarga Dwi, yang sebelumnya menyebut dirinya dan suami bukan berasal dari keluarga berada. Pernyataan itu memicu perdebatan karena diketahui suaminya, Arya Pamungkas Iwantoro, merupakan putra dari mantan pejabat eselon I di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Latar Belakang Keluarga Jadi Sorotan
Kontroversi bermula ketika Dwi, yang merupakan penerima beasiswa LPDP, menceritakan perjalanan studinya di Utrecht University. Dalam beberapa kesempatan, ia menggambarkan kondisi keluarganya sebagai bukan berasal dari kalangan mampu.
Namun narasi tersebut dipertanyakan warganet setelah mengetahui posisi strategis sang mertua di birokrasi. Jejak jabatan Syukur sebagai pejabat tinggi negara dinilai bertolak belakang dengan klaim latar belakang ekonomi sederhana yang disampaikan Dwi.
Perdebatan pun ramai di media sosial, dengan sejumlah pengguna mempertanyakan konsistensi pernyataan tersebut serta transparansi mengenai kondisi keluarga sebenarnya.
Laporan Kekayaan Ikut Dibongkar
Tak berhenti pada jabatan, warganet kemudian menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Syukur yang tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Berdasarkan data e-LHKPN tahun 2018 yang dapat diakses publik, Syukur melaporkan total kekayaan sebesar Rp3,093 miliar saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian.
Rincian harta tersebut meliputi:
-
Tanah dan bangunan senilai Rp2,660 miliar
-
Alat transportasi dan mesin sebesar Rp246 juta
-
Harta bergerak lainnya Rp125 juta
-
Kas dan setara kas Rp81 juta
-
Utang Rp20 juta
Data tersebut kembali viral setelah dibagikan ulang di berbagai platform, memicu diskusi mengenai kesesuaian antara narasi “keluarga biasa” dengan fakta administratif yang tercatat.
Isu Lama Kembali Diangkat
Selain laporan kekayaan, sebagian warganet juga menyinggung keterkaitan nama Syukur dalam dinamika pengawasan pejabat negara di masa lalu, meski tidak semua informasi yang beredar disertai konteks utuh. Fenomena ini menunjukkan bagaimana jejak birokrasi lama kerap kembali menjadi perhatian ketika muncul kontroversi baru yang melibatkan anggota keluarga.