- Instagram @bem.ugm
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG
Apabila ditanya "sekolah mana?" selalu dengan bangga saya jawab "sekolah alam, ODM" - kadang saya dengan senang hati menjelaskan, kadang juga tidak. Saya kadang merasa tak wajib menjawab, sebab beberapa dari mereka juga tak nampak sungguh ingin tahu.
Ketika ditanya "ijazahnya apa?" saya jawab "paket C", seketika itu mereka akan tampak merasa aneh dan bingung: apa ijazah semacam itu punya cukup daya untuk bersaing di kehidupan yang makin hari makin keras ini? - saya tidak tahu pasti soal itu, tapi saya tahu persis soal ini: kertas yang dipakai sebagai ijazah di sekolah formal dan sekolah alam sama-sama dapat kapan saja dibakar dan dihancurkan."
Diberitakan sebelumnya, Tiyo mengaku mendapatkan teror di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan LGBT.
“Mereka membuat gambar bertuliskan ‘Awas LGBT di UGM’ dengan foto saya,” kata Tiyo.
Tiyo menegaskan meskipun tidak memiliki kekasih, ia bukanlah bagian dari komunitas LGBT seperti yang dituduhkan.
“Saya tidak punya pasangan, tapi bukan berarti bisa seenaknya di-framing seperti itu. Bagi saya, narasi ini sangat menjijikkan," tegasnya.
Diketahui, Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan ia juga turut mengkritiki pemerintahan Prabowo-Gibran dan menyebut "Rezim yang Bodoh dan Inkompeten".
Lalu siapa kah Tiyo Ardianto? Rupanya ia bukanlah orang sembarangan. Tiyo sebelumnya memang cukup sering menyuadakan suaranya.
Ia merupakan mahasiswa Program Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada.
Tiyo terdaftar sebagai mahasiswa UGM dengan NIM 21476866FI04940 dan masuk sebagai peserta didik baru pada 16 Agustus 2021. Hingga Semester Genap 2024/2025, ia masih berstatus aktif.
Tiyo Ardian lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 26 April. Di lingkungan kampus, Tiyo dikenal sebagai aktivis mahasiswa sebelum akhirnya terpilih menjadi Ketua BEM UGM.
Sebelum menembus kampus kerakyatan, dia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba), sekolah elite yang dikenal mencetak banyak tokoh intelektual.
Selama memimpin BEM UGM, Tiyo Ardianto dikenal sebagai sosok yang independen.
Ia sering terlibat dalam berbagai pergerakan mahasiswa. Dirinya dikenal kritis terhadap kekuasaan dan politik praktis.