- Istimewa
Dari Anak Pedagang Batik ke Raja Finansial: Jejak Panjang, Kekayaan, dan Kontroversi Mochtar Riady
Keberhasilannya di dunia pemasaran bank membuatnya dijuluki “The Magic Man of Bank Marketing”—karena dianggap mampu mengubah bank biasa menjadi institusi keuangan yang sangat kompetitif.
Membangun Imperium Lippo Group
Pada awal 1980-an, Mochtar mulai membangun fondasi bisnisnya sendiri dengan mengakuisisi Bank Perniagaan Indonesia. Nilai aset bank itu disebut melonjak hingga 1.500 persen setelah direstrukturisasi.
Merger lanjutan pada 1988 melahirkan Lippobank, yang kemudian berkembang menjadi Lippo Group. Dari sinilah kerajaan bisnis Riady melebar ke berbagai sektor: perbankan, properti, kesehatan, ritel, hingga pendidikan.
Lippo Group dikenal sebagai pengembang kota mandiri, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan berbagai proyek properti berskala besar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Ekspansi internasional turut diperkuat melalui jaringan bisnis di Hong Kong dan negara lain, yang kini banyak dijalankan oleh generasi kedua keluarga Riady.
Kekayaan dan Pengaruh Global
Menurut data Forbes tahun 2025, kekayaan Mochtar Riady dan keluarganya mencapai sekitar US$2,7 miliar atau setara lebih dari Rp44 triliun. Angka tersebut menempatkannya dalam jajaran elite taipan Asia Tenggara yang membangun kekayaan dari sektor finansial dan real estat.
Namun bagi Mochtar, bisnis bukan sekadar soal angka. Ia dikenal memiliki filosofi kerja yang disebut “Lie Yi Lian Dje”—yang menekankan keramahan, karakter baik, kejujuran, dan rasa malu sebagai dasar etika berbisnis.
Pernah Terlibat Perjuangan Kemerdekaan
Satu sisi yang jarang diketahui publik adalah keterlibatan Mochtar dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 1947, ia pernah ditangkap oleh Belanda dan ditahan di Malang sebelum akhirnya dibuang ke Tiongkok.
Di pengasingan itulah ia melanjutkan pendidikan di Universitas Nanjing, sebelum kembali ke Indonesia dan juga menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Pengalaman ini membentuk karakter tahan banting yang kelak menjadi ciri kepemimpinannya.
Kontroversi dan Sorotan Publik
Di balik kesuksesan besar, perjalanan bisnis Lippo Group tidak lepas dari kontroversi. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah megaproyek kota baru Meikarta di Cikarang.
Proyek tersebut sempat terseret kasus hukum pada 2018 setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan suap perizinan yang melibatkan sejumlah pihak di tingkat daerah dan eksekutif perusahaan. Kasus ini berujung pada vonis pidana terhadap pejabat daerah dan individu terkait, meski tidak menyeret Mochtar Riady secara personal.