news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Sumber :
  • Kolase Instagram/@tiyoardianto_

Diteror hingga Diancam Dibunuh, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Menyesal Sebut Prabowo Bodoh: Bukan Serangan Personal

Kontroversi bermula dari sikap kritis BEM UGM terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya yang menyebut Presiden Prabowo Subianto dengan istilah “bodoh” memicu polemik hingga viral di media sosial.

Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang diunggah di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up. Tiyo Ardianto menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan ditujukan pada tata kelola pemerintahan, bukan pada aspek pribadi presiden.

Awal Kritik terhadap Pemerintah

Kontroversi bermula dari sikap kritis BEM UGM terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tiyo Ardianto sebelumnya mempertanyakan prioritas anggaran negara yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar seperti akses pendidikan dan kemiskinan.

Ia juga menyoroti kasus siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri karena kesulitan membeli perlengkapan sekolah. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi potret kontras di tengah besarnya alokasi anggaran untuk program MBG.

Dalam salah satu unggahannya, Tiyo menulis kritik keras terhadap kepemimpinan nasional.

“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya.

Pernyataan itu kemudian menuai pro dan kontra serta memicu gelombang respons dari berbagai pihak.

Tantangan Debat Terbuka

Di tengah polemik tersebut, Tiyo Ardianto juga melayangkan ajakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berdiskusi secara langsung di lingkungan kampus UGM. Ia menolak opsi pertemuan tertutup dan memilih forum terbuka agar mahasiswa dapat menguji data dan klaim kebijakan pemerintah secara langsung.

“Kalau Pak Presiden mau mendengar suara kami, silakan datang ke UGM. Kita siapkan medan terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Silakan sampaikan apa pun yang Bapak percaya tentang data Bapak, maka mahasiswa akan mendebat itu,” ujarnya.

Menurut Tiyo Ardianto, dialog terbuka di ruang akademik merupakan bagian dari tradisi demokrasi dan kontrol sosial mahasiswa terhadap kekuasaan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:20
05:27
04:09
02:42
12:50
05:05

Viral