news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Brimob yang jadi tersangka penganiayaan anak di Maluku.
Sumber :
  • Tangkapan layar tvOne

Komentar Tajam Pengamat Soal Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas: Arogansi!

Kasus penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob terhadap pelajar hingga tewas di Tual, Maluku mendapatkan sorotan tajam dari pengamat.
Selasa, 24 Februari 2026 - 19:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob terhadap pelajar hingga tewas di Tual, Maluku mendapatkan sorotan tajam dari pengamat.

Pengamat kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengatakan, bahwa aksi kekerasan tersebut merupakan tindakan arogan yang diperlihatkan oleh aparat.

Ia menilai, sikap arogan itu muncul lantaran minimnya nilai kedisiplinan pelaku dan juga tidak memiliki mindset untuk melindungi masyarakat.

"Hal itu bisa disebabkan arogansi, dan minimnya disiplin personel. Arogansi muncul karena personel tidak memiliki mindset melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," katanya kepada tvOnenews, dikutip Selasa (24/2/2026).

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.
Sumber :
  • ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Bambang juga melihat, bahwa ada unsur kesengajaan dari oknum anggota Brimob tersebut. Sehingga ia berharap kasus ini dapat diadili dengan seberat-beratnya.

"Karena ada unsur kesengajaan, personel tersebut harus diberi hukuman berat karena sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tegasnya.

Bambang juga berharap proses hukum terhadap yang bersangkutan harus segera dilakukan, mengingat, kejadian ini sangat menjadi perhatian yang serius.

"Proses etik dan disiplin wajib segera dilakukan, sekaligus proses pidana menghilangkan nyawa seseorang," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal kasus kematian pelajar di Tual, Maluku.

Sigit menegaskan bahwa pihaknya akan mengatasi kasus ini secara transparan.

"Saya kira hal-hal yang seperti itu kita transparan ya," kata Sigit, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mendalami kasus yang menewaskan seorang pelajar berinisial AT tersebut. (aha/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral