- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @amq_mnl/ Tim tvOne - Kabar Petang
5 Fakta Mobil Toyota Calya Hitam Lawan Arus di Gunung Sahari, Bawa Penumpang Wanita Hingga Tembakan Peringatan Polisi
tvOnenews.com - Sebuah insiden menegangkan terjadi di kawasan jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dimana mobil Toyota Calya hitam nyaris diamuk massa karena melawan arah di tengah kemacetan.
Aksi nekat melintas melawan arah ini memicu emosi pengendara lain dan berujung mendapat amukan massa.
Kejadian ini bahkan viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @amq_mnl.
Berikut fakta-fakta yang terungkap dari kasus mobil Calya hitam yang lawan arah di Gunung Sahari, Jakarta:
1. Pengemudi dan Mobilnya Sudah Diamankan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan saat ini keduanya telah diamankan ke Pos Lantas kemayoran.
“Informasi yang saat ini kami dapatkan (pengemudi mobil) seorang pria dan di dalamnya juga ada seorang wanita,” ungkap Kombes Pol Reynold Hutagalung, pada Rabu (25/2/2026).
Selain mengamankan pengemudi, pihak kepolisian turut mengamankan barang bukti yaitu kendaraan mobil yang digunakan.
“Saat ini sudah diamankan dan sudah dilakukan pengamanan khususnya kepada pengemudi dengan satu orang lainnya itu dari mobil Toyota Calya tersebut, termasuk mobilnya juga dibawa,” ujarnya.
2. Polisi Sudah Keluarkan Tembakan Peringatan
Mobil Calya hitam sempat dihentikan petugas, bahkan dengan tembakan peringatan. Namun pengemudi menolak dan tetap melaju ke arah berlawanan.
Situasi semakin panas ketika kendaraan tersebut menabrak beberapa sepeda motor dan mobil di lokasi.
- Instagram/jktgo
3. Panik Tak Bawa SIM dan STNK
Pelaku pengemudi Calya, Hafiz Mahendra atau HM (25) mengaku dirinya panik saat melihat polisi karena tidak membawa STNK dan SIM.
Alasan tidak tahu jalan, akhirnya Hafiz nekat melawan arah.
“Karena saya nggak punya SIM, nggak bawa STNK, jadinya saya takut sama polisi takutnya ditilang. Nggak tahu jalan,” ungkap Hafiz Mahendra, pada Rabu (25/2/2026).
Hafiz merupakan seorang pria yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang berjalan dari Surabaya menuju Ancol bersama kekasihnya.
4. Bawa Penumpang Wanita
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengungkapkan bahwa penumpang perempuan itu sudah dimintai keterangan.
Namun, pihaknya masih belum dapat memastikan identitas penumpang karena tak membawa identitas saat peristiwa terjadi.
“Yang bersangkutan tidak membawa identitas sama sekali. KTP tidak ada dan lain sebagainya,” kata Kombes Pol Komarudin, pada Kamis (26/2/2026).
5. Bawa Sajam dan 4 Pasang Plat Nomor Berbeda
Ternyata, dalam mobilnya terdapat sejumlah senjata tajam, pistol mainan, dan empat pasang tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Awal penemuan tersebut diketahui saat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindak aksi nekat Hafiz yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan pelat nomor tak sesuai peruntukan.
“Didapati ada empat buah atau empat pasang TNKB, ya empat pasang TNKB berlainan. Kemudian juga ditemukan ada satu senjata api mainan dan dua senjata tajam jenis golok dan badik. Ya itu yang kami temukan,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, Kamis (26/2/2026).
Aksi pengemudi Calya hitam tak lagi sebatas pelanggaran lalu lintas. Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat turun tangan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain.
“Ini yang masih kami dalami sampai saat ini, yang bersangkutan masih terus intens dilakukan pemeriksaan. Yang tadi sudah selesai dilakukan oleh penyidik lalu lintas, saat ini sedang dilanjutkan oleh penyidik dari Reskrim Polres Jakarta Pusat,” pungkasnya.
(kmr)