- ist
Sosok Syarifah Suraidah, Istri Gubernur Kaltim yang Disorot Usai Pamer Outfit Nyentrik di Tengah Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan penampilan istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifah Suraidah, viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, Syarifah Suraidah tampak mengenakan busana bergaya klasik Eropa dengan topi lebar dan gaun bernuansa putih krem. Sejumlah warganet menyebutnya tampil bak “noni Belanda”.
Video itu direkam saat Syarifah Suraidah menghadiri sebuah agenda resmi di lingkungan Pemprov Kaltim di Samarinda. Ia terlihat berjalan memasuki lokasi acara sambil menyapa tamu undangan dan sejumlah warga yang telah menunggu.
Outfit Nyentrik Syarifah Suraidah
Dalam potongan video yang beredar, terdengar seseorang menyebut, “Ibu tampil beda sekali hari ini, seperti noni Belanda.” Suraidah pun tampak tersenyum dan melambaikan tangan.
Unggahan tersebut memantik beragam komentar dari warganet. Sebagian memuji penampilannya yang dinilai anggun dan percaya diri.
“Elegan sih, jarang-jarang ada pejabat daerah berani tampil beda,” tulis seorang pengguna media sosial.
Namun tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan situasi politik dan isu anggaran daerah.
“Lagi ramai soal mobil dinas miliaran, malah tampil nyentrik begini,” komentar akun lainnya.
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Sorotan terhadap penampilan Syarifah Suraidah muncul di tengah polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, sebelumnya memberikan penjelasan terkait anggaran tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengadaan kendaraan dinas itu telah melalui mekanisme yang sesuai aturan.
“Itu sudah sesuai perencanaan dan kebutuhan operasional kepala daerah. Semua prosesnya mengikuti ketentuan yang berlaku,” ujar Rudy Mas'ud dalam keterangan kepada awak media.
Rudy juga menepis anggapan bahwa pengadaan mobil tersebut dilakukan secara berlebihan.
“Kita ini menjalankan tugas dengan mobilitas tinggi, apalagi Kalimantan Timur sekarang menjadi daerah penyangga IKN. Kendaraan operasional tentu harus mendukung tugas-tugas itu,” katanya.
“Kalimantan Timur adalah ibukota nusantara, Kalimantan Timur adalah miniatur daripada Indonesia. Tamu daripada Kalimantan Timur itu bukan hanya kepala daerah se Indonesia tetapi juga dari global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobilnya ala kadarnya. Jaga dong marwahnya Kaltim, ini marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kalimantan Timur,” sambung Rudy Mas'ud.