- Instagram @zainalarifinmochtar
Sosok Moncer Zainal Arifin Mochtar, Guru Besar UGM Tantang Debat Menteri HAM Natalius Pigai, Pengukuhannya Dihadiri Wapres hingga Capres
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Guru Besar Fakultas Hukum UGM (Universitas Gadjah Mada) Zainal Arifin Mochtar menjadi perhatian publik setelah terlibat adu argumen dengan Menteri HAM, Natalius Pigai, di media sosial X. Perdebatan itu mengarah pada rencana debat terbuka mengenai berbagai kasus HAM di Indonesia yang disiarkan langsung di tv nasional.
Akademisi yang akrab disapa Uceng tersebut selama ini dikenal vokal mengkritisi isu konstitusi, demokrasi, dan pemberantasan korupsi. Ia kerap tampil dalam forum akademik maupun media untuk menyampaikan pandangannya terkait kebijakan negara.
Zainal Arifin Mochtar resmi menyandang gelar guru besar dalam sidang terbuka di Balai Senat UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/1/2026).
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pengukuhan tersebut, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Beberapa figur lain mengikuti secara daring, termasuk komika Pandji Pragiwaksono.
Dalam pesan video yang diputar saat acara, Pandji menyampaikan ucapan selamat.
"Untuk abang-abangan saya, Abang Zaenal Arifin Mochtar alias Uceng, selamat atas pengukuhannya menjadi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada," ujarnya.
Ia juga menilai Zainal Arifin Mochtar sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai kebangsaan.
"Saya rasa Bang Uceng bukan guru besar yang biasa, guru besar yang spesial, guru besar yang punya banyak perjuangan di dalam dan di luar kampus yang saya pastikan dan saya ketahui niatnya baik untuk bangsa dan negara juga," katanya.
Di bidang HAM, Zainal Arifin Mochtar memiliki pengalaman riset di Pusat Studi HAM UII Yogyakarta serta pendidikan magister hukum HAM di Amerika Serikat. Latar akademik itu ia kemukakan saat menanggapi pernyataan Pigai.
“Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia,” tulis Zainal di X.
Sebelumnya, Pigai menekankan pengalaman hidupnya di wilayah konflik sebagai dasar memahami HAM.
“Disitulah saya mengerti nilai fundamental tentang Hak Asasi Manusia. Perjalanan hidup yang membentuk karakter dan integritas saya selama puluhan tahun sebagai pembela orang-orang tertindas,” tulis Pigai pada 25 Februari 2026.