News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seruan di Tengah Isu Liar, Massa Pecinta Lestari Budaya Indonesia Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Isu Pemerintah

Derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial dan platform digital menjadi tantangan besar yang kini dihadapi oleh masyarakat.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:42 WIB
Massa dari Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia membawa spanduk yang berisi ajakan untuk tidak mudah terprovokasi pada aksi damai di kawasan bundaran UGM, Sabtu (30/5/2026) sore.
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

 

Sleman, tvOnenews.com - Derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial dan platform digital menjadi tantangan besar yang kini dihadapi oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di era serba digital, ditambah berkembangnya teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini, masyarakat dihadapkan pada banyaknya informasi yang muncul, termasuk yang menyudutkan pemerintah. 

Berkaca dari kondisi tersebut, massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Melalui aksi tersebut, mereka yang sebagian datang dengan memakai blangkon khas Yogyakarta mengajak masyarakat agar lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di tengah ruang publik, terutama terkait pemerintah. 

Koordinator Aksi, Ahmad Tomi mengatakan bahwa perbedaan pandangan dalam kehidupan berdemokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut menurutnya harus disikapi dengan cara sehat, mengedepankan fakta, serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. 

"Hari ini, kita dari Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia menolak segala bentuk provokasi yang bersumber dari mana pun itu. Karena sekarang kita lihat, negara kita ini masih banyak oknum-oknum yang menyudutkan pemerintah. Padahal, pemerintah sudah berusaha keras untuk membangun negara," kata Ahmad di sela aksi, Sabtu (30/5/2026) sore. 

Selain penyampaian aspirasi, peserta aksi juga membawa sejumlah spanduk yang berisi ajakan agar jangan mudah terprovokasi. Aksi unjuk rasa pun turut diramaikan oleh lantunan hadroh, pertunjukan seni jatilan hingga pelepasan dua ekor burung merpati sebagai simbol kedamaian. 

Lebih lanjut, gerakan ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan pegiat budaya saja, melainkan juga ada dari pelajar, bahkan santri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Oleh karena itu, dengan kesadaran penuh, Gerakan Mahasiswa Pecinta Lestari Budaya Indonesia bersatu, menyuarakan, janganlah kita memprovokasi masyarakat sehingga masyarakat terjebak dengan dalil-dalil intelektual yang dia buat," tutur Ahmad. 

Peristiwa ini sama seperti yang terjadi pada 21 Mei 2026. Saat itu, terlihat sebuah baliho yang mengatasnamakan UGM bertuliskan permohonan maaf atas bobroknya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Entah siapa yang memasang baliho tersebut di Boulevard UGM hingga menjadi perhatian publik. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT