news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mahasiswa BEM UI dan UIN Jakarta demo depan Gedung DPR, Selasa (9/9/2025).
Sumber :
  • Khaerul Izan-Antara

Pernyataan Keras Koorbid Sospol BEM UI Jelang Demo di Mabes Polri: Kami Datang untuk Melawan Ketakutan

BEM UI menggelar demo di Mabes Polri. Koordinator Sospol Muhammad Hafidz menegaskan, diam terhadap kekerasan aparat hanya akan menormalisasi ketidakadilan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB
Reporter:
Editor :

Bergerak dari Kampus UI ke Mabes Polri

Hafidz menjelaskan bahwa massa aksi akan terlebih dahulu berkumpul di Lapangan FISIP UI, Depok. Dari sana, rombongan mahasiswa akan bergerak menuju Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB sebelum tiba di Mabes Polri pada sore hari.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari konsolidasi internal agar aksi tetap terorganisir dan fokus pada tuntutan utama. Ia juga menegaskan bahwa BEM UI membawa mandat moral dari mahasiswa dan masyarakat sipil yang selama ini merasa suaranya tidak didengar.

Lima Tuntutan Jadi Inti Aksi

Dalam demonstrasi ini, BEM UI membawa lima tuntutan utama yang menjadi benang merah seluruh aksi. Tuntutan tersebut disusun sebagai respons langsung atas kasus Arianto sekaligus refleksi atas persoalan struktural di tubuh Polri.

Pertama, mahasiswa mendesak penjatuhan hukuman pidana seberat-beratnya kepada polisi yang diduga membunuh Arianto serta aparat lain yang terlibat dalam tindakan represif.

Kedua, BEM UI menuntut pencopotan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan Irjen Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku. Menurut Hafidz, tanggung jawab moral dan struktural harus ditarik hingga ke pucuk pimpinan.

Ketiga, mahasiswa menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dinilai mengalami kriminalisasi dalam proses hukum.

Keempat, BEM UI menuntut penegasan batas kewenangan Polri, termasuk penarikan aparat kepolisian dari jabatan-jabatan sipil yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Kelima, mahasiswa menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental melalui Komisi Percepatan Reformasi Polri. Mereka menilai reformasi tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tekad Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Di tengah pengamanan ketat dan potensi tekanan, Hafidz menegaskan bahwa BEM UI tidak akan mundur. Ia menyebut aksi ini sebagai panggilan moral untuk menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan.

Bagi BEM UI, demo hari ini adalah pesan terbuka bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kekerasan aparat terus memakan korban. Pernyataan Hafidz menjadi cerminan sikap generasi muda yang menuntut perubahan nyata, bukan sekadar janji atau klarifikasi normatif.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral