- (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Kondom hingga Botol Miras Berserakan: Polisi Bongkar Dugaan Aktivitas Asusila di Taman Kota Cawang
“Ada dua titik yang hari ini kita tutup permanen dengan pengecoran. Pagar yang bolong juga kita las agar tidak bisa dimanfaatkan lagi,” jelas Dimas.
Langkah ini diambil untuk membatasi ruang gerak penyalahgunaan taman sekaligus mengembalikan fungsi taman sebagai fasilitas publik yang aman dan nyaman bagi warga.
Operasi Malam dan Pengawasan Ketat
Tak berhenti sampai di situ, pengawasan di kawasan taman juga diperketat. Aparat berencana menggelar operasi gabungan pada malam hari dengan melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan unsur TNI.
“Nanti malam kita lakukan operasi bersama Satpol PP dan tiga pilar, termasuk polsek dan koramil. Operasi dimulai pukul 21.00 WIB,” kata Dimas.
Selain patroli rutin, pemerintah juga menambah penerangan di sekitar taman. Lampu tambahan, termasuk lampu sorot, dipasang untuk meningkatkan visibilitas dan meminimalkan area gelap yang rawan disalahgunakan.
Penopingan Vegetasi untuk Buka Pandangan
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, menyebut pihaknya juga melakukan penopingan atau pemangkasan vegetasi di sekitar pagar taman. Langkah ini dilakukan agar area taman lebih terbuka dan mudah diawasi dari luar.
“Kami lakukan penopingan di sepanjang pagar sisi luar untuk meminimalisir tertutupnya pandangan. Sekaligus dilakukan pengamanan ekstra di area tersebut,” ujarnya.
Dengan terbukanya pandangan, diharapkan tidak ada lagi sudut-sudut tersembunyi yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas negatif.
Kekhawatiran Warga dan Langkah Preventif
Temuan alat kontrasepsi dan botol miras ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Masyarakat menilai taman yang seharusnya menjadi ruang interaksi positif justru berpotensi menjadi titik rawan gangguan ketertiban sosial.
Pemerintah menegaskan langkah yang diambil bersifat preventif dan tidak ditujukan untuk menghakimi kelompok tertentu. Fokus utama adalah memastikan taman kembali difungsikan sesuai peruntukannya dan aman digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat bisa memanfaatkan taman sesuai fungsinya. Apa yang kami lakukan hari ini adalah upaya pencegahan agar penyalahgunaan bisa dikurangi,” tutur Dimas.
Ke depan, Pemkot Jakarta Timur berkomitmen melakukan pengawasan rutin dan evaluasi berkala. Aparat juga mengajak warga untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di ruang publik.