news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi: KRL Commuterline.
Sumber :
  • Istimewa

KAI Commuter Tindaklanjuti Laporan Pelecehan di Commuter Line, Pelaku Diamankan Berkat CCTV Analytic

KAI Commuter menindaklanjuti laporan pelecehan seksual di Commuter Line dengan CCTV Analytic. Pelaku diamankan dan diserahkan ke Polres Depok. 
Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT KAI Commuter menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di layanan Commuter Line dengan memanfaatkan sistem keamanan berbasis teknologi CCTV Analytic. Langkah ini dilakukan setelah korban melaporkan insiden tersebut pada Minggu (22/2), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa segera setelah laporan diterima, tim internal langsung melakukan penelusuran rekaman CCTV di rangkaian kereta dan area stasiun. Penelusuran dilakukan berdasarkan ciri-ciri terduga pelaku yang disampaikan oleh korban saat melapor.

“Setelah dilakukan penelusuran, kami juga melakukan konfirmasi kembali kepada korban untuk memastikan kesesuaian identitas terduga pelaku. Selanjutnya, data tersebut dimasukkan ke dalam daftar cekal atau blacklist,” ujar Leza dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Teknologi CCTV Analytic Jadi Kunci Penelusuran

Leza menuturkan, sistem CCTV Analytic yang digunakan KAI Commuter memungkinkan pemantauan secara lebih akurat dan responsif. Sistem ini mampu memberikan notifikasi kepada petugas apabila individu yang masuk dalam daftar pengawasan kembali terdeteksi berada di area stasiun atau menggunakan layanan Commuter Line.

Hasilnya, pada Jumat (27/2), sistem keamanan mendeteksi keberadaan terduga pelaku saat kembali memasuki area stasiun dan menggunakan Commuter Line. Petugas KAI Commuter yang menerima notifikasi tersebut langsung melakukan koordinasi di lapangan.

“Petugas segera mengamankan yang bersangkutan dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk dilakukan pemeriksaan awal,” jelas Leza.

Langkah pengamanan ini dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur, dengan tetap mengedepankan keselamatan serta ketertiban di area layanan publik.

Pendampingan Korban dan Proses Hukum

Setelah pemeriksaan awal dilakukan, KAI Commuter kemudian mendatangkan korban untuk memastikan kecocokan identitas terduga pelaku. Selanjutnya, perusahaan turut mendampingi korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Depok untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. KAI Commuter menegaskan bahwa penanganan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang.

“KAI Commuter juga memberikan pendampingan kepada korban, baik secara hukum maupun psikologis, sebagai bentuk dukungan dan upaya penguatan bagi korban,” kata Leza.

Pendampingan ini merupakan bagian dari kebijakan perusahaan untuk berpihak kepada korban dan memastikan hak-hak korban tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

Komitmen Ciptakan Transportasi Aman

KAI Commuter menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang dialami korban dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan dan rasa aman pengguna merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik.

Menurut Leza, perusahaan secara berkelanjutan melakukan peningkatan sistem keamanan, baik melalui pemanfaatan teknologi, penempatan petugas di lapangan, maupun penguatan prosedur penanganan laporan pengguna.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna Commuter Line,” ujarnya.

Imbauan untuk Pengguna Commuter Line

Selain menangani kasus yang dilaporkan, KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna Commuter Line agar lebih peduli terhadap situasi di sekitar selama berada di kereta maupun di area stasiun. Pengguna diharapkan tidak ragu untuk melapor jika melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.

Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas di stasiun, melalui Call Center KAI Commuter di nomor 021-121, atau melalui kanal media sosial resmi KAI Commuter. Respons cepat dari pengguna dinilai sangat membantu dalam mencegah dan menangani kejadian serupa.

“Kami mendorong pengguna untuk berani speak up dan melaporkan setiap bentuk pelecehan. Partisipasi aktif pengguna sangat penting untuk menciptakan transportasi publik yang aman bagi semua,” kata Leza.

Kronologi yang Beredar di Media Sosial

Sebelumnya, kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar sebuah video di media sosial TikTok yang diunggah oleh akun @qinsyana. Dalam video tersebut, korban menceritakan kronologi dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat menggunakan Commuter Line.

KAI Commuter menegaskan bahwa laporan resmi dari korban menjadi dasar utama dalam penanganan kasus ini, disertai dengan dukungan bukti dan teknologi keamanan yang tersedia.

Dengan langkah penelusuran, pengamanan pelaku, hingga pendampingan korban, KAI Commuter berharap penanganan ini dapat memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap bentuk pelecehan seksual tidak dapat ditoleransi di ruang publik. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral