- Artificial Intelegence (AI) ChatGPT
Takhta Teheran Kosong: Lima Nama Kuat Calon Pengganti Ali Khamenei Mulai Mengemuka
Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan terjadi pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Kepastian itu disampaikan media pemerintah Iran, menyusul klaim yang lebih dulu dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan diperkuat oleh pernyataan resmi pejabat Israel.
Korps Garda Revolusi Iran menyampaikan pengumuman duka melalui saluran Telegram resminya. Dalam pernyataan bernada ideologis, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut Khamenei sebagai simbol iman, jihad, dan perlawanan yang gugur akibat “serangan brutal pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis”.
Wafatnya Khamenei—tokoh yang memegang otoritas tertinggi Iran sejak 1989—menjadi pukulan paling telak bagi struktur kekuasaan Republik Islam Iran. Namun bersamaan dengan itu, satu pertanyaan besar langsung mencuat: siapa yang akan menjadi pewaris takhta tertinggi di Teheran?
Proses Suksesi Dimulai
Dalam sistem Republik Islam, pemilihan pemimpin tertinggi berada di tangan Majelis Ahli, lembaga beranggotakan 88 ulama senior. Mereka memiliki mandat konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru, di tengah situasi politik dan keamanan Iran yang kini berada dalam tekanan ekstrem.
Sejumlah nama lama kembali mencuat sebagai kandidat kuat. Berikut lima figur yang paling banyak disebut dalam dinamika suksesi pasca-Khamenei.
1. Mojtaba Khamenei (56 tahun)
Putra kedua Ali Khamenei ini disebut-sebut sebagai kandidat paling kontroversial sekaligus paling berpengaruh di balik layar. Mojtaba dikenal memiliki kedekatan kuat dengan IRGC dan milisi Basij—dua pilar utama kekuasaan keras Iran.
Namun, peluangnya tidak tanpa hambatan. Suksesi ayah-ke-anak dinilai bertentangan dengan semangat revolusi 1979 yang menggulingkan monarki. Selain itu, Mojtaba tidak memiliki jabatan resmi negara dan bukan ulama berpangkat tinggi. Ia juga pernah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada 2019, yang dapat memperumit legitimasi internasionalnya.
2. Alireza Arafi (67 tahun)
Arafi merupakan ulama mapan dengan rekam jejak panjang di lembaga negara. Ia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli dan pernah menjadi anggota Dewan Garda. Selain itu, ia memimpin sistem seminari nasional Iran, posisi strategis dalam struktur ulama.