- Syifa Aulia/tvOnenews
Jusuf Kalla Pertanyakan Peran RI: Tak Setara dengan AS, Bagaimana Indonesia Jadi Mediator Iran?
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai mediator konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. JK secara terbuka mempertanyakan posisi tawar Indonesia yang dinilainya tidak setara dengan Amerika Serikat, sehingga peran sebagai penengah konflik global dianggap sangat sulit dijalankan.
Pernyataan tersebut disampaikan JK di Jakarta, Minggu, menyusul eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Menurut JK, ketimpangan posisi Indonesia dengan Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menghambat upaya mediasi.
“Indonesia Tidak Setara dengan Amerika” tegas Jusuf Kalla.
JK secara lugas menyinggung kondisi hubungan Indonesia–Amerika Serikat, terutama setelah adanya perjanjian dagang resiprokal yang dinilainya merugikan Indonesia. Dari titik itulah, ia menilai posisi Indonesia tidak berada pada level yang sejajar dengan AS.
“Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, dan sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini?” ujar JK.
Menurutnya, dalam diplomasi konflik berskala besar, kesetaraan posisi menjadi syarat penting bagi seorang mediator. Negara penengah idealnya memiliki daya tawar politik, ekonomi, maupun militer yang diakui oleh pihak-pihak yang berkonflik.
Niat Baik, Tantangan Jauh Lebih Besar
Meski menyampaikan kritik, JK menegaskan bahwa rencana Prabowo untuk terlibat dalam upaya perdamaian bukanlah langkah keliru. Namun, ia menilai kompleksitas konflik AS–Israel–Iran berada di level yang jauh melampaui kemampuan diplomasi Indonesia saat ini.
“Rencana itu baik saja, tetapi ini situasi yang jauh lebih-lebih besar masalahnya,” kata JK.
Ia menambahkan, sejarah konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa bahkan konflik yang lebih lama dan lebih sempit saja sulit diselesaikan, apalagi konflik yang melibatkan kekuatan global seperti Amerika Serikat.
Dunia Ditentukan oleh Sikap Amerika
JK kemudian menyinggung konflik Israel–Palestina yang hingga kini belum menemukan titik damai. Ia menilai kegagalan perdamaian tersebut tidak lepas dari dominasi sikap Amerika Serikat dalam politik global.