- Istimewa
Haul Guru Bangsa, Syarikat Islam Teguhkan Nilai Persatuan dan Kepedulian Global
Jakarta, tvOnenews.com - Perisai Syarikat Islam bersama jajaran Syarikat Islam menggelar Haul Guru Bangsa sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh besar pergerakan nasional sekaligus momentum menegaskan sikap organisasi atas berbagai isu global. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar pada 1 Maret 2026, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H, di Kantor PP/LT Syarikat Islam, Menteng, Jakarta Pusat.
Haul tersebut mengenang para pendiri dan tokoh sentral Syarikat Islam, di antaranya Haji Samanhudi, H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, serta Agus Salim. Kelima tokoh tersebut dinilai meletakkan fondasi penting bagi perjuangan kemerdekaan, persatuan bangsa, dan kemandirian ekonomi umat.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Aparat Negara
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Kepolisian Negara Republik Indonesia, perwakilan Bareskrim Polri, tokoh-tokoh Islam, senior Syarikat Islam, Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, serta para keturunan H.O.S. Tjokroaminoto.
Rangkaian acara diisi dengan buka puasa bersama, santunan anak yatim, doa dan tahlil, serta refleksi sejarah perjuangan para guru bangsa. Selain bernuansa religius, kegiatan ini juga sarat pesan kebangsaan dan kepedulian terhadap dinamika global.
Menteri Koperasi: Warisan Ekonomi Tjokroaminoto Tetap Hidup
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa Syarikat Islam tidak dapat dipisahkan dari peran besar H.O.S. Tjokroaminoto sebagai guru bangsa dan penggerak ekonomi umat. Ia mengingatkan bahwa embrio Syarikat Islam yang bermula dari Syarikat Dagang Islam (SDI) memiliki misi utama memperkuat pedagang pribumi agar mandiri di tengah tekanan kolonial.
“H.O.S. Tjokroaminoto sudah mengajarkan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Konsep koperasi produsen yang beliau dorong adalah fondasi ekonomi rakyat, dan itu masih sangat relevan hingga hari ini,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini berkomitmen menghidupkan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Menurutnya, semangat kemandirian ekonomi yang diwariskan guru bangsa harus terus dirawat agar tidak tergerus zaman.