- Istimewa
Haul Guru Bangsa, Syarikat Islam Teguhkan Nilai Persatuan dan Kepedulian Global
Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Aditya Yusma Perdana, menegaskan bahwa Haul Guru Bangsa bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum refleksi perjuangan dan penguatan persatuan nasional.
“Alhamdulillah acara berjalan dengan baik dan dihadiri berbagai unsur. Ini menjadi pengingat jasa besar para pendiri bangsa yang meletakkan dasar persatuan Indonesia,” ujarnya.
Aditya menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan tokoh seperti Tjokroaminoto harus terus menjadi rujukan di tengah tantangan zaman. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap aparat keamanan dalam menjaga stabilitas nasional.
“Kami mendukung upaya menjaga persatuan bangsa. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak stabilitas dan kesatuan yang sudah dibangun dengan susah payah,” tegasnya.
Sikap atas Isu Global dan Solidaritas Kemanusiaan
Dalam kesempatan tersebut, Perisai Syarikat Islam juga menyuarakan sikap tegas terhadap berbagai isu global. Doa dan tahlil dipanjatkan tidak hanya untuk para guru bangsa dan tokoh internal organisasi, tetapi juga untuk tokoh Islam dunia Ali Khamenei.
Aditya menegaskan bahwa Perisai Syarikat Islam menyatakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mengecam segala bentuk kekerasan di Timur Tengah. Menurutnya, sikap ini sejalan dengan nilai keadilan dan kemanusiaan universal yang diajarkan para guru bangsa.
“Perjuangan mereka bukan hanya soal Indonesia, tetapi juga tentang keberpihakan pada keadilan global,” katanya.
Sekjen: Jangan Putus dari Sejarah
Sekretaris Jenderal Perisai Syarikat Islam, Muhammad Nur, menambahkan bahwa Haul Guru Bangsa hampir setiap tahun digelar sebagai pengingat wafatnya H.O.S. Tjokroaminoto dan tokoh-tokoh lain yang berjasa besar.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang. “Tanpa Syarikat Islam, belum tentu ada persatuan dan Republik Indonesia seperti sekarang,” ujarnya.
Muhammad Nur juga mengajak kader dan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah serta aktif menyuarakan sikap atas konflik global dengan berlandaskan nilai persatuan, keadilan, dan kemanusiaan.
Peneguhan Nilai di Tengah Tantangan Zaman
Haul Guru Bangsa tahun ini menegaskan bahwa Syarikat Islam dan Perisai Syarikat Islam tidak hanya menjaga memori sejarah, tetapi juga mengambil peran aktif menyikapi persoalan bangsa dan dunia. Dari warisan ekonomi kerakyatan hingga sikap tegas atas konflik global, semangat para guru bangsa terus dihidupkan sebagai kompas moral untuk Indonesia yang bersatu dan berdaulat. (nsp)