news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Harga Minyak Dunia Naik Jika Perang Iran-Israel Berlarut-larut.
Sumber :
  • Antara

Harga Minyak Dunia Meledak 20% dalam Sepekan, Perang AS-Iran Bikin Pasar Energi Global Berguncang

Harga minyak dunia melonjak hingga 20 persen dalam sepekan akibat konflik AS-Iran. Minyak AS sempat tembus 82 dolar per barel, pasar energi global pun terguncang.
Jumat, 6 Maret 2026 - 08:40 WIB
Reporter:
Editor :

Pada perdagangan Kamis sore waktu setempat:

  • Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik di atas 4,1 persen

  • Yield obligasi tenor 30 tahun berada di atas 4,75 persen

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan suku bunga kredit perumahan. Rata-rata suku bunga KPR 30 tahun di Amerika Serikat bahkan telah mencapai sekitar 6,13 persen.

Lonjakan ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat memicu dampak ekonomi yang luas, mulai dari harga energi hingga biaya pinjaman masyarakat.

Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Energi

Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Hingga saat ini, belum ada tanda bahwa konflik tersebut akan mereda dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi Amerika Serikat jika terjadi eskalasi militer lebih lanjut, termasuk kemungkinan invasi.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat mulai mengambil langkah untuk mengurangi dampak ekonomi dari konflik tersebut.

Presiden Donald Trump memerintahkan lembaga keuangan pembangunan internasional AS untuk menyediakan jaminan risiko politik bagi perdagangan maritim, khususnya untuk jalur distribusi energi yang melewati kawasan Teluk.

Jalur Minyak Dunia Terancam

Salah satu kekhawatiran terbesar pasar energi adalah potensi terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Selat yang berada di selatan Iran ini merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari. Namun sejak konflik militer mulai memanas, aktivitas kapal di jalur tersebut hampir terhenti.

Akibatnya, ratusan kapal tanker dilaporkan tertahan dan belum dapat melanjutkan perjalanan.

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya saat ini tidak berniat menutup Selat Hormuz, namun ia juga menegaskan bahwa semua kemungkinan tetap dipertimbangkan jika konflik terus berlanjut.

Pasokan Gas Dunia Juga Terganggu

Ketegangan di kawasan Teluk tidak hanya mempengaruhi pasar minyak, tetapi juga pasar gas alam global.

Qatar yang merupakan eksportir gas alam cair (LNG) terbesar kedua di dunia dilaporkan menghentikan produksi sementara. Keputusan tersebut diambil setelah jalur distribusi energi terganggu akibat situasi militer di kawasan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
06:19
12:51
01:04
03:54
03:21

Viral