news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemateri Diskusi Standar Baru tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat, Ini Standar Baru tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat, penting diadakannya forum diskusi bertema "Standar Baru Tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia”.
Jumat, 6 Maret 2026 - 13:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat, penting diadakannya forum diskusi bertema "Standar Baru Tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia”.

Salah satunya yang baru saja digelar di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (5/3/2025).

Forum ini menghadirkan Herman Khaeron, Anggota Komisi VI dan Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, yang membahas terkait peran legislatif terkait pengawasan dan perlindungan kepentingan publik. 

Sejauh mana peran DPR bahwa tata kelola keuangan Asuransi dapat transparan agar memberikan manfaat nyata bagi kepentingan publik dan regulasi atau dukungan kebijakan yang sedang diperjuangkan DPR untuk memperkuat posisi tawar masyarakat sebagai pemegang polis. 

Dalam kesempatan tersebut, Herman Khaeron juga menyinggung perkembangan IFG Life yang saat ini menjalankan pengelolaan polis eks nasabah Jiwasraya melalui skema penyehatan industri asuransi yang telah ditempuh pemerintah.

Menurutnya, pengelolaan perusahaan tersebutbmenunjukkan perkembangan yang semakin membaik dan diharapkan dapat turut memulihkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.

Sementara itu, Sumarjono, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK membahas arah kebijakan nasional dan manajemen risiko oleh OJK, terkait parameter utama dalam “Standar Baru” untuk memastikan perusahaan asuransi lebih akuntabel dan strategi yang dilakukan untuk meminimalisir celah penyimpangan dalam pengelolaan dana asuransi jiwa.

Sumarjono mengatakan, “Industri asuransi hidup dari kepercayaan, dan kepercayaan hanya bertahan jika tata kelola dan manajemen risiko dijalankan bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya.”

Mengambil sudut pandang asosiasi dan kinerja industri kehadiran dr. Emira E. Oepangat, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membahas kesiapan industri asuransi jiwa dalam menghadapi dinamika regulasi baru terkait tata kelola tanpa mengganggu kinerja pertumbuhan industri. dr. Emira E. Oepangat mengatakan bahwa Industri asuransi di Indonesia memiliki karakteristik yang beragam. 

Setiap perusahaan berada pada tahapan maturity model yang berbeda, baik dari sisi manajemen risiko, transformasi digital, maupun penguatan tata kelola. 

Namun secara umum seluruh pelaku industri terus bergerak menuju standar tata kelola yang semakin kuat. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:32
06:19
12:51
01:04
03:54
03:21

Viral