- Istimewa
Profil Ruce Nuenda, Influencer ‘Mama Ebra’ yang Viral Usai Olahraga di Ruang Publik Saat Terinfeksi Campak
Kronologi Ruce Nuenda Viral karena Kasus Campak
Kontroversi bermula pada 4 Maret 2026, ketika Ruce mengunggah aktivitasnya melalui Instagram Story.
Dalam unggahan tersebut, ia terlihat sedang berolahraga di luar rumah. Pada saat yang sama, Ruce juga memperlihatkan adanya ruam kemerahan di kulit dan mengaku sedang mengalami campak.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak netizen menilai tindakan tersebut tidak tepat karena campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama melalui udara.
Kekhawatiran publik muncul karena seseorang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya.
Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Campak
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan turut menanggapi kasus yang melibatkan influencer tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengingatkan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Menurutnya, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya.
Karena itu, seseorang yang sedang sakit campak dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar rumah hingga benar-benar sembuh.
Selain itu, masyarakat yang sempat bertemu dengan penderita juga disarankan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.
Kementerian Kesehatan juga menilai figur publik seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terkait perilaku kesehatan.
Ruce Nuenda Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah menerima banyak kritik, Ruce Nuenda akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Dalam klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah memeriksakan diri ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis.
Menurutnya, dokter menyarankan untuk beristirahat di rumah, mengonsumsi obat, serta menjaga jarak dari anaknya.
Ruce juga mengaku sempat meminta untuk menjalani rawat inap, tetapi dokter menilai kondisinya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Namun setelah mendapatkan banyak teguran dari warganet, ia menyadari bahwa keputusannya untuk keluar rumah merupakan tindakan yang kurang tepat.
Ia pun mengakui seharusnya tetap berada di rumah hingga benar-benar pulih.
Pelajaran bagi Figur Publik di Media Sosial
Kasus yang melibatkan Ruce Nuenda menjadi pengingat bahwa figur publik memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat.