news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudho Sadewa dan Alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ tim tvOnenews - Abdul Ghani Siregar

Dear Mbak Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Memang Tak Biayai Hidup di Inggris, Purbaya: Tapi Kuliah di Belanda Siapa yang Bayar?

Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas soal tidak memakai uang pajak menuai polemik. Padahal studi di Belanda dibiayai LPDP yang bersumber dari APBN, pajak, hingga utang negara.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Polemik yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, kembali memicu perdebatan publik. Pernyataannya yang menyebut dirinya tidak menggunakan uang pajak negara untuk hidup justru menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat.

Pasalnya, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP yang digunakan untuk menempuh pendidikan di Belanda. Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

APBN sendiri disusun dari berbagai sumber, mulai dari pajak masyarakat hingga pembiayaan negara termasuk utang pemerintah.

Pernyataan Tyas Soal Uang Pajak Jadi Sorotan

Polemik bermula ketika video unggahan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial viral. Dalam video tersebut, ia menunjukkan dokumen terkait status kewarganegaraan anaknya yang memperoleh kewarganegaraan Inggris.

Dalam video tersebut, Tyas menyampaikan pernyataan yang memicu kritik warganet.

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.

Unggahan tersebut kemudian menuai reaksi luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut tidak sensitif, terutama karena Tyas dikenal sebagai alumni penerima beasiswa LPDP.

Kritik semakin ramai setelah Tyas membalas komentar warganet dengan menyebut dirinya tidak hidup dari uang pajak negara.

“Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga,” tulisnya dalam salah satu balasan komentar di media sosial.

Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan karena dinilai bertentangan dengan fakta bahwa studinya di luar negeri didukung oleh program beasiswa negara.

Studi di Belanda Dibiayai Beasiswa LPDP

Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda melalui program beasiswa LPDP pada tahun 2015.

Program studi yang diambil adalah Sustainable Energy Technology, dan pendidikan tersebut berhasil diselesaikan sekitar dua tahun kemudian.

Beasiswa LPDP sendiri mencakup berbagai komponen pembiayaan pendidikan, seperti:

  • Biaya kuliah di universitas

  • Biaya hidup selama studi

  • Biaya perjalanan

  • Dukungan akademik lainnya

Karena berasal dari program negara, pendanaan tersebut bersumber dari dana publik yang dikelola pemerintah.

Dana LPDP Berasal dari APBN, Pajak hingga Utang Negara

Pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa dana beasiswa LPDP berasal dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola negara.

Dana abadi tersebut dialokasikan melalui APBN dan terus dikembangkan melalui investasi jangka panjang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa sumber dana pendidikan tersebut memang berasal dari anggaran negara.

“Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan untuk memastikan SDM kita tumbuh,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026.

Artinya, meskipun dana LPDP dikelola dalam bentuk dana abadi, sumber awalnya tetap berasal dari keuangan negara.

Dana negara tersebut kemudian diinvestasikan dan hasil pengelolaannya digunakan untuk membiayai pendidikan generasi muda Indonesia.

Dana Abadi Pendidikan Capai Rp180 Triliun

Data LPDP menunjukkan bahwa Dana Abadi Pendidikan yang dikelola pemerintah terus meningkat setiap tahunnya.

Per 20 Januari 2026, total dana abadi yang dikelola telah mencapai sekitar Rp180 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk berbagai program pengembangan sumber daya manusia Indonesia, antara lain:

  • Beasiswa pendidikan S2 dan S3

  • Program riset nasional

  • Pengembangan talenta unggul

  • Program beasiswa pendidikan lainnya

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2013, LPDP telah membiayai puluhan ribu mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Puluhan Ribu Mahasiswa Telah Dibiayai LPDP

Data LPDP mencatat hingga saat ini terdapat 58.444 penerima beasiswa yang telah mendapatkan pendanaan pendidikan dari program tersebut.

Rinciannya meliputi:

  • 32.632 orang telah menyelesaikan studi

  • 18.981 orang masih menempuh pendidikan

  • 6.831 orang berada dalam tahap persiapan studi

Program beasiswa LPDP menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi.

Tyas Akhirnya Minta Maaf

Di tengah polemik yang terus berkembang, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada publik.

Ia menjelaskan bahwa selama enam tahun setelah lulus, dirinya telah kembali ke Indonesia untuk menjalankan kewajiban kontribusi sebagai penerima beasiswa LPDP.

Menurut Tyas, periode tersebut berlangsung sejak 2017 hingga 2023.

Ia juga menegaskan bahwa kepindahannya ke Inggris bukan untuk melanjutkan pendidikan, melainkan mengikuti suaminya.

Meski demikian, polemik yang muncul dari pernyataan di media sosial tersebut tetap memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Isu ini sekaligus kembali mengingatkan publik bahwa program beasiswa LPDP merupakan investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia yang dibiayai dari dana publik, sehingga tanggung jawab moral para penerimanya pun menjadi sorotan besar. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral