Ketua BEM UGM Soroti Ucapan Viral Buya Yahya yang Sebut 'Jadi Presiden itu Berat': Maaf, Lebih Berat WNI
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto kembali menuai perhatian. Kali ini bukan membahas polemik sebelumnya.
Tiyo Ardianto kini menyoroti ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya. Ketua BEM UGM itu mendengar pernyataan sang pendakwah yang viral sejak belakangan ini.
Buya Yahya sempat melontarkan pernyataan tentang kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan bijak, Tiyo coba mengkritik ucapan "Jadi Presiden itu berat" lewat judul unggahan Instagram pribadinya.
Menurut Tiyo, Prabowo tidak diminta sebagai Presiden RI oleh masyarakat Indonesia. Justru Prabowo yang kerap kali menyodorkan namanya dalam setiap Pemilihan Umum (Pemilu).
"Maaf, Buya, sejak awal Rakyat tidak pernah meminta Bapak Prabowo jadi Presiden. Beliau sendiri yang berkali-kali menawarkan diri sambil cari suara Rakyat," tulis Tiyo dikutip tvOnenews.com, Minggu (8/3/2026).
- Kolase Setpres & Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV
Tiyo kembali membahas perjalanan Prabowo sebagai Calon Presiden (Capres). Pasalnya, Prabowo telah melalui proses panjang untuk menjadi Presiden RI.
Pada Pemilu 2009, Prabowo berstatus sebagai Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Sayangnya pasangan ini kalah.
Pada Pemilu 2014, Prabowo berstatus sebagai Calon Presiden. Kemudian pada Pemilu 2019, ia berpasangan dengan Sandiaga Uno dan berstatus Calon Presiden.
Dewi fortuna Prabowo terjadi pada Pemilu 2024. Ia resmi terpilih sebagai Presiden RI didampingi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
"Tiga kali sudah Rakyat menolak beliau jadi Presiden. Sekalinya Rakyat kasih kesempatan, itu karena kasihan saja lihat beliau yang gagah demi menang," jelasnya.
Tiyo berpendapat soal alasan masyarakat Indonesia dominan memilih Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu karena dibalut dengan rasa iba.
Ketua BEM UGM Nilai Tugas WNI Lebih Berat
- YouTube/forumkeadilanTV
Ia kembali menyinggung ucapan Buya Yahya. Ia secara gamblang menegaskan, tugas Presiden RI sudah seharusnya dijalani lantaran amanat dari masyarakat Indonesia.
Ia memahami tugas pemimpin berat karena menangani persoalan negara. Namun masyarakat Indonesia yang justru memiliki tugas paling berat.