news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Israel Target Putra Ali Khamenei, Alami Luka di Operasi Meliter, Ini Sepak Terjang Mojtaba Khamenei.
Sumber :
  • istimewa

Israel Target Putra Ali Khamenei, Alami Luka di Operasi Meliter, Ini Sepak Terjang Mojtaba Khamenei

Usai tewasnya pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kini anaknya, Mojtaba Hosseini Khamenei yang digadang-gadang akan menjadi Pemimpin Tertinggi Iran
Senin, 9 Maret 2026 - 04:00 WIB
Reporter:
Editor :

Ia juga pernah bertugas dalam Perang Iran–Irak.

Namanya sebenarnya sudah lama disebut-sebut sebagai calon Pemimpin Tertinggi Iran. 

Sebuah laporan dari Middle East Institute pada 2022 menyebutkan bahwa dirinya tidak diragukan lagi Mojtaba ingin menjadi pemimpin tertinggi Iran.

Namun laporan itu juga menyoroti berbagai tantangan yang ia hadapi, salah satunya karena ayahnya sendiri menentang sistem kekuasaan turun-temurun yang dianggap mirip dengan sistem monarki Iran di masa lalu.

Jika kepemimpinan diwariskan kepada anggota keluarga, hal itu diperkirakan akan memicu kemarahan banyak ulama senior tradisional yang bisa saja mengaitkannya dengan masa kekuasaan Shah Iran.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa konsep pemimpin tertinggi yang diwariskan secara keluarga bertentangan dengan tradisi Islam Syiah, di mana garis keturunan kepemimpinan religius secara khusus hanya diperuntukkan bagi 12 imam Syiah yang diyakini ditunjuk secara ilahi.

“Jika Khamenei tetap memaksakan opsi ini, setelah kematiannya kemungkinan besar akan memicu gejolak di kalangan hawza Syiah (seminari) serta di antara sejumlah faksi elite politik Republik Islam,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, Ayatollah yang telah wafat sebelumnya disebut telah menyiapkan tiga kandidat potensial pengganti dirinya dan tidak satu pun di antaranya adalah Mojtaba.

Kandidat yang disebut paling kuat itu juga memiliki kakak bernama Mostafa, yang juga berprofesi sebagai ulama.

Pemilihan Mojtaba diyakini terjadi di tengah tekanan dari Garda Revolusi Iran yang mendesak pemerintah untuk mengambil sikap lebih keras dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.

Pasukan elit tersebut mendorong penunjukan Mojtaba dengan alasan bahwa ia memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin Iran di tengah situasi krisis. (aag)
 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral