- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Anindya Tegaskan Peran Vital Jakarta Sumbang 16,8 Persen PDB Nasional: Pusat Servis Industri
Jakarta, tvOnenews.com – Peran Jakarta sebagai motor penggerak ekonomi nasional dinilai tetap sangat dominan meski statusnya tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan kontribusi ekonomi DKI Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masih sangat besar.
Hal itu disampaikan Anindya saat menghadiri Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin DKI Jakarta di Hotel Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Ia menyebut perekonomian Jakarta masih menjadi salah satu tulang punggung utama ekonomi Indonesia.
“Kami menyadari bahwa PDB daripada DKI Jakarta itu 16,8 persen daripada PDB Indonesia. Jadi perannya sangat-sangat besar. Apalagi pertumbuhannya juga di atas pertumbuhan nasional di 5,21 persen,” kata Anindya.
Menurutnya, meski pusat pemerintahan negara telah berpindah dari Jakarta, posisi strategis ibu kota dalam perekonomian nasional justru mengalami transformasi ke arah yang lebih modern dan kompetitif.
“Dan ini terlepas bahwa DKI Jakarta sekarang bukan Ibu Kota Negara, tetapi justru terlihat transformasinya menjadi pusat servis industri yang baik,” ujarnya.
Anindya menilai Jakarta kini semakin menunjukkan peran barunya sebagai pusat aktivitas bisnis, jasa, serta keuangan yang memiliki pengaruh kuat di tingkat regional.
“Nah kami melihat bahwa di DKI Jakarta semakin naik kelas sebagai pusat keuangan regional dan juga hub logistik digital. Dan ini tentunya sangat membantu perekonomian keseluruhan nasional,” jelas dia.
Ia optimistis penguatan ekonomi Jakarta dapat terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Anindya juga menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta jajaran Kadin DKI Jakarta dalam memperkuat peran ekonomi ibu kota.
“Jadi yakin saya dengan Pak Gubernur dan juga Ketum Kadin DKI Bu Diana Dewi, bahwa kita bisa terus menggalakkan perekonomian DKI Jakarta,” tegasnya.
Anindya juga mengingatkan hubungan historis antara Kadin Indonesia dan Kadin Jakarta yang memiliki akar panjang sejak awal pembentukan organisasi tersebut.
“Bahkan sejalan juga dengan sejarahnya di tahun 67 bahwa Kadin Indonesia mulanya dari Kadin Jakarta,” tutur dia.