- Julio Trisaputra-tvOne
Dalam Sepekan KPK Tangkap Dua Kepala Daerah, Satu Sudah Jadi Tersangka
Jakarta, tvOnenews.com - Hanya dalam waktu seminggu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua kepala daerah.
Pada Selasa (3/3/2026) lalu, KPK menjaring Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR).
Dia diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
KPK menyebut Fadia bersama Mukhtaruddin Ashraff Abu suaminya dan Muhammad Sabiq Ashraff anaknya membuat sebuah perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
Perusahaan tersebut diduga merajai pengadaan di 17 perangkat daerah, tiga RSUD dan satu kecamatan.
Modusnya, Fadia diduga melakukan intervensi terhadap kepala dinas agar setiap adanya pengadaan harus memenangkan perusahaan milik keluarganya, meskipun ada vendor lain yang menawarkan lebih murah.
Penghasilan dari pengadaan itu pun tidaklah sedikit. Berdasarkan keterangan dari KPK, pada periode 2023 hingga 2026 terdapat jumlah transaksi terhadap perusahaan tersebut hingga Rp46 miliar.
Total uang tersebut sebagiannya digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing. Sementara itu, sisanya senilai Rp19 miliar dinikmati bersama-sama dengan keluarganya.
"FAR mendapatkan sebesar Rp5,5 miliar, ASH Rp1,1 miliar, RUL Rp2,3 miliar, MSA Rp4,6 miliar dan MHN anak bupati Rp2,5 miliar," kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Rabu (4/3/2026).
Atas perbuatannya itu, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka.
Dia terlibat secara utuh dalam perkara ini mulai dari mendirikan perusahaan, ikut proyek pengadaan hingga mengarahkan bawahannya.
Saat ini Fadia sudah dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.
Sementara itu, pada OTT kedua, KPK baru saja mengamankan Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari.
Penangkapan terhadap Fikri juga dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
"Bupati Rejang Lebong, Bengkulu," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, KPK juga telah melakukan penyegelan terhadap ruang kerja yang digunakan oleh Bupati.
Meski demikian, Fitroh belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai OTT kali ini.
Rencananya orang-orang yang terjaring operasi tersebut tiba di Jakarta pada hari ini untuk pemeriksaan lebih lanjut. (aha/nsi)