news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet biliar Papua James Lengkang.
Sumber :
  • Antara

Anggaran Fantastis untuk Fasilitas Rumah Dinas DPRD Sumsel: Meja Biliar, Lampu Gantung Hias hingga Alat Gym, Nilainya Capai Miliaran Rupiah

Ia menegaskan bahwa berbagai rencana pengadaan tersebut disiapkan sebagai sarana pendukung aktivitas para anggota dewan
Selasa, 10 Maret 2026 - 09:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah rencana belanja untuk fasilitas rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel (Sumatera Selatan) tengah menjadi perhatian publik. Nilai anggaran yang disiapkan terbilang besar mencapai miliaran rupiah karena berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sorotan publik bermula dari rencana pengadaan dua meja biliar yang nilainya mencapai Rp486,9 juta. Setelah isu tersebut ramai dibahas, muncul pula berbagai paket belanja lain untuk rumah dinas para pimpinan DPRD Sumsel.

Data yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menunjukkan sejumlah rencana pengadaan tambahan.

Daftar Pengadaan untuk Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel 

  • Beberapa paket pengadaan yang direncanakan Sekretariat DPRD Sumsel antara lain:
  • Lampu gantung dekoratif untuk rumah dinas Wakil Ketua I DPRD Sumsel Raden Gempita senilai Rp604,6 juta
  • Pengadaan mebel rumah dinas Wakil Ketua I sebesar Rp2,3 miliar
  • Peralatan gym untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam senilai Rp395 juta
  • Heat pump untuk rumah dinas Wakil Ketua III dengan anggaran Rp776 juta
  • Mebel untuk rumah dinas Wakil Ketua III sebesar Rp2,3 miliar

Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto, membenarkan data tersebut dan memang tercantum dalam SIRUP LKPP.

"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru SIRUP atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto," dikutip Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan bahwa berbagai rencana pengadaan tersebut disiapkan sebagai sarana pendukung aktivitas para anggota dewan. Meski demikian, ia menekankan bahwa tahap pelaksanaannya belum dimulai.

"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi, sekali lagi, belum dilaksanakan," jelasnya.

Isu pengadaan ini menjadi sorotan karena muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran setelah pemerintah pusat melakukan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

Anggaran Operasional dan Renovasi Ruang Fraksi

Selain paket pengadaan rumah dinas, dokumen SIRUP juga mencantumkan berbagai rencana pengeluaran lain yang bersumber dari APBD melalui Sekretariat DPRD Sumsel.

Beberapa di antaranya meliputi fasilitas rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel Nopianto, seperti dua perangkat sound system masing-masing Rp200 juta serta dua roller blind dengan nilai Rp319 juta dan Rp315 juta.

Untuk kebutuhan operasional rutin, terdapat anggaran jasa tenaga kebersihan semester I sebesar Rp1,7 miliar, jasa pengemudi sebesar Rp1 miliar, serta jasa keamanan mencapai Rp2,3 miliar.

Sorotan lain datang dari rencana perombakan interior ruang fraksi di gedung DPRD Sumsel. Renovasi ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2025, namun masih berlanjut hingga sekarang.

Dari tujuh ruang fraksi yang tersedia, lima ruangan masih akan direnovasi, yakni milik Fraksi PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Golkar dengan alokasi Rp1 miliar untuk masing-masing ruang.

Selain itu, ada pula rencana pengadaan mebel untuk ruang Fraksi Demokrat dengan nilai Rp2,4 miliar. Sementara ruang Fraksi NasDem dan Gerindra dilaporkan sudah selesai direnovasi.

Polemik Meja Biliar

Sebelumnya, rencana pengadaan dua meja biliar untuk rumah pimpinan DPRD Sumsel menuai kritik publik. 

Anggaran Rp151 juta dialokasikan untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, sedangkan Rp335,9 juta diperuntukkan bagi Wakil Ketua III Ilyas Panji Alam, sehingga totalnya mencapai Rp486,9 juta.

Sekretaris DPRD Sumsel H. Aprizal menyebut usulan pengadaan tersebut berasal dari pimpinan DPRD, bukan dari pihak sekretariat.

"Iya, itu usulan dari pimpinanlah, bukan dari Sekretariat," kata Aprizal.

Ia menilai usulan tersebut berkaitan dengan posisi Andie Dinialdie yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel.

"Karena Ketua 'kan adalah Ketum biliar Sumsel, jadi wajar," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini pengadaan tersebut masih sebatas rencana.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) dan dilihat orang karena sudah e-katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing," paparnya.

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie turut memberikan tanggapan terkait polemik tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kritik serta masukan dari masyarakat.

"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama, semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya.

Ia menjelaskan bahwa meja biliar tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat latihan alternatif bagi atlet biliar daerah.

Meski demikian, ia mengakui pentingnya mempertimbangkan penggunaan anggaran daerah secara hati-hati.

"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan. Terima kasih," ujarnya. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
03:05
01:39
01:03
05:06
03:44

Viral