news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menu MBG lengkap roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta buah jeruk untuk porsi besar di SPPG Bantul Sedayu Argosari, DI Yogyakarta, yang ramai dibicarakan di media sosial, pada Jumat (6/3)..
Sumber :
  • Antara

BGN Bantah Menu MBG di Yogyakarta yang Disebut Disajikan Mentah

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuding menu ikan bandeng Program MBG di daerah Bantul, Yogyakarta disajikan mentah. 
Rabu, 11 Maret 2026 - 04:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menuding menu ikan bandeng dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, disajikan dalam kondisi mentah. 

Pihak BGN memastikan bahwa seluruh ikan bandeng yang didistribusikan di wilayah Sedayu Argosari tersebut telah melalui proses pengolahan yang benar dan sudah matang.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa ikan yang menjadi sorotan tersebut sebenarnya adalah bandeng presto. 

Hidangan ini diolah menggunakan teknik pengukusan bertekanan tinggi (presto) sehingga daging dan durinya dipastikan matang merata serta aman untuk dikonsumsi.

"Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan dan pengukusan sehingga dalam kondisi matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan tersebut mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar," ujar Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10/3).

Menu tersebut dibagikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat (6/3) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. 

Dalam satu paket makanan MBG, para penerima mendapatkan kombinasi gizi seimbang berupa roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk.

BGN menyatakan telah melakukan investigasi internal menyeluruh, mulai dari dapur pengolahan, proses pengemasan, hingga tahap distribusi di SPPG Bantul Sedayu Argosari. 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua prosedur operasional telah dijalankan sesuai standar sebelum makanan sampai ke tangan warga.

Nanik menilai, kesalahpahaman ini terjadi karena sebagian masyarakat belum memahami karakteristik bandeng presto yang memang tetap terlihat segar meskipun teksturnya sudah sangat lembut dan matang.

"Karena itu kami terus mendorong penguatan komunikasi di lapangan agar setiap menu yang didistribusikan dalam program MBG juga disertai informasi yang jelas kepada penerima manfaat maupun pihak sekolah," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari, Muhammad Labib Jalali Khumaidi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga memberikan edukasi dalam setiap paketnya.

"Dalam setiap pendistribusian kami selalu melengkapi paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman serta dipahami oleh penerima manfaat," ujar Labib. (ant/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral