news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rismon Sianipar.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Balige Academy

Akui Salah, Rismon Sianipar Kini Nyatakan Ijazah Jokowi Asli Usai Jadi Tersangka: Watermark dan Embos Memang Ada

Hal itu disampaikan setelah Rismon melakukan penelitian ulang selama kurang lebih dua bulan terakhir terhadap dokumen yang menjadi perdebatan publik tersebut.
Kamis, 12 Maret 2026 - 11:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ahli digital forensik Rismon Sianipar membuat pernyataan mengejutkan terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Setelah sebelumnya menyebut dokumen tersebut palsu, kini ia menyatakan ijazah Jokowi justru terbukti asli.

Hal itu disampaikan setelah Rismon melakukan penelitian ulang selama kurang lebih dua bulan terakhir terhadap dokumen yang menjadi perdebatan publik tersebut.

Dalam pernyataannya di kanal YouTube Balige Academy, Rismon menjelaskan bahwa temuan sebelumnya yang dimuat dalam buku Jokowi’s White Paper ternyata mengandung kekeliruan.

Buku tersebut sebelumnya disusun bersama pakar telematika Roy Suryo serta pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa. Namun Rismon menegaskan kesalahan yang terjadi hanya berasal dari hasil analisis yang ia lakukan.

"Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji," katanya.

Ia menegaskan bahwa sebagai akademisi, peneliti harus bersandar pada objektivitas ilmiah dalam menyampaikan kesimpulan penelitian.

"Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya," ujarnya.

Minta maaf ke Jokowi

Dalam kesempatan tersebut, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas polemik yang timbul akibat temuannya sebelumnya.

"Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commosion dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kekeliruan analisis sebelumnya berkaitan dengan elemen watermark dan embos yang terdapat pada dokumen ijazah tersebut.

Menurutnya, dua komponen itu sebenarnya memang ada pada ijazah Jokowi, namun sebelumnya tidak teridentifikasi secara tepat dalam analisis yang ia lakukan.

"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut," kata dia.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:44
03:11
01:51
01:13
03:36
02:41

Viral