- Kemenag
Targetkan 3 Juta Fakir Miskin, Kemenag Kawal Penyaluran Zakat Rp473 Miliar Selama Ramadan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya integrasi data agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
“Kita memastikan zakat, infak, dan sedekah bergerak berdasarkan data sosial ekonomi terpadu sehingga penanganan kemiskinan bisa lebih efektif dan tidak tumpang tindih dengan program bantuan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat luas.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kekuatan filantropi masyarakat harus digerakkan untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Shodiq Mujahid, menyatakan bahwa kerja sama lintas lembaga menjadi faktor penting untuk memaksimalkan dampak program filantropi.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat kini semakin diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk bagi kelompok mustahik yang memiliki potensi berkembang.
“Zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan karitatif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan. Melalui program yang tepat, mustahik dapat didorong untuk mandiri dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki,” ujarnya.
Melalui sinergi pemerintah, lembaga zakat, dan berbagai pihak terkait, penyaluran dana sosial keagamaan selama Ramadan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.