news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ILUSTRASI - Polusi udara di Jakarta.
Sumber :
  • Akbar Nugroho Gumay-Antara

Wanti-wanti Ancaman Krisis Polusi Udara, Kemendagri Dorong Pengendalian Berbasis Data dan Kerja Sama Daerah

BSKDN Kemendagri mewanti-wanti kembali soal krisis polusi udara yang terjadi pada 2023, ketika konsentrasi partikel halus berukuran 2,5 mikron atau PM2.5 meningkat tajam.
Jumat, 13 Maret 2026 - 22:39 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengendalian ancaman polusi udara dinilai perlu dilakukan secara terukur, berbasis data, serta melibatkan kerja sama antardaerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, saat membuka Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Rencana Strategis Kebijakan dan Koordinasi Antar Daerah dalam Pengendalian Krisis Pencemaran Udara: Studi Kasus Krisis Pencemaran Udara Jabodetabek 2023” di Aone Hotel Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Yusharto menjelaskan, forum ini menjadi langkah antisipatif untuk mencegah potensi terulangnya krisis pencemaran udara, khususnya saat memasuki musim kemarau setelah berakhirnya musim hujan.

Ia mewanti-wanti kembali soal krisis polusi udara yang terjadi pada 2023, ketika konsentrasi partikel halus berukuran 2,5 mikron atau PM2.5 meningkat tajam dan berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

“Kegiatan kita kali ini sifatnya responsif untuk menghadapi situasi yang mungkin saja terjadi kembali setelah memasuki musim kemarau. Jika tidak dikendalikan dengan baik, kita berpotensi menghadapi kembali krisis pencemaran udara seperti yang terjadi pada tahun 2023, ketika konsentrasi partikel berukuran sangat kecil meningkat dan berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit pernapasan hingga potensi terjadinya hujan asam,” ujar Yusharto.

Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Rencana Strategis Kebijakan dan Koordinasi Antar Daerah dalam Pengendalian Krisis Pencemaran Udara.
Sumber :
  • Kemendagri

Ia menuturkan berbagai kajian menunjukkan bahwa konsentrasi polutan seperti PM10 di sejumlah daerah masih melampaui ambang batas yang telah ditetapkan.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memunculkan konsekuensi ekonomi, terutama dari meningkatnya biaya kesehatan dan beban anggaran pemerintah dalam penyediaan layanan dasar.

Sejumlah penelitian juga mencatat bahwa pencemaran udara di kawasan aglomerasi Jakarta dan wilayah sekitarnya berkontribusi terhadap tingginya kasus penyakit pernapasan, gangguan kardiovaskular, serta berbagai masalah kesehatan lain. Paparan polusi udara bahkan dikaitkan dengan ribuan kasus kematian dini setiap tahun.

"Fakta-fakta ini Bapak/Ibu sekalian menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara bukan hanya isu lingkungan semata tetapi juga berkaitan erat dengan aspek kesehatan publik, produktivitas ekonomi serta kualitas hidup masyarakat yang ada di perkotaan," jelasnya.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral