- Reuters
AS Gempur Kharg Island, Pulau Minyak Strategis Iran Dibombardir Saat Perang Memanas
Iran, tvOnenews.com - Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memanas setelah Amerika Serikat menyerang Kharg Island, sebuah pulau yang menjadi pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia. Serangan yang terjadi pada Jumat malam tersebut menandai eskalasi baru dalam konflik yang kini telah memasuki hari ke-15.
Serangan ini menjadi perhatian dunia karena Kharg Island dikenal sebagai titik vital bagi perekonomian Iran. Pulau tersebut selama ini menangani sebagian besar ekspor minyak mentah Iran ke pasar global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang berbagai target militer di pulau tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyak Iran bisa menjadi target berikutnya jika Teheran terus menghalangi kapal-kapal di Selat Hormuz.
Kharg Island, Jantung Ekspor Minyak Iran
Kharg Island merupakan pulau kecil dengan panjang sekitar lima mil di Teluk Persia. Meski ukurannya tidak besar, pulau ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama ekspor minyak Iran.
Diperkirakan sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran melewati pulau ini sebelum dikirim ke berbagai negara di dunia. Oleh karena itu, ketika AS menyerang Kharg Island, dampaknya langsung menjadi perhatian pasar energi global.
Pejabat militer Amerika Serikat menyebut serangan tersebut berskala besar, namun diklaim tidak menyasar langsung fasilitas ekspor minyak yang paling vital.
Target serangan disebut meliputi beberapa fasilitas militer penting, antara lain:
-
Gudang penyimpanan ranjau laut
-
Bunker penyimpanan rudal
-
Infrastruktur militer lainnya yang digunakan oleh angkatan laut Iran
Langkah ini disebut sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan militer Iran tanpa langsung menghancurkan industri minyaknya.
Trump Ancam Serang Infrastruktur Minyak Iran
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa semua target militer di pulau tersebut telah berhasil dihantam oleh serangan udara Amerika Serikat.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada Iran terkait situasi di Selat Hormuz. Menurut Trump, Amerika Serikat tidak akan ragu untuk memperluas serangan jika Iran terus menghambat lalu lintas kapal tanker minyak di jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini setiap hari.
Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat dapat segera mengawal kapal tanker yang melintas di wilayah tersebut.
Iran Peringatkan Balasan Jika Pulau Diserang
Sebelum serangan terjadi, pejabat tinggi Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika pulau-pulau strategisnya diserang.
Ia menyatakan Iran dapat “meninggalkan semua bentuk penahanan diri” apabila terjadi agresi terhadap wilayahnya.
Peringatan ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah analis menilai serangan terhadap Kharg Island bisa menjadi titik balik yang berbahaya dalam konflik ini.
Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak
Serangan AS terhadap Kharg Island juga memicu kekhawatiran besar di pasar energi global. Ketegangan di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia langsung melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022.
Para analis energi memperingatkan bahwa jika jalur ekspor Iran benar-benar terganggu atau Selat Hormuz ditutup, harga minyak bisa melonjak tajam dan memicu krisis energi global.
Sejumlah negara bahkan mulai mempertimbangkan untuk menggunakan cadangan minyak strategis mereka guna mengantisipasi gangguan pasokan.
Seorang mantan perwira militer Amerika Serikat mengatakan bahwa dampak dari serangan ini bisa membuat harga minyak “keluar dari kendali” jika konflik terus meningkat.
Pentagon Kirim Pasukan Marinir ke Timur Tengah
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pentagon mengumumkan akan mengirimkan satu unit Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah.
Unit ini biasanya terdiri dari sekitar 2.500 marinir dan pelaut yang dilatih untuk merespons krisis secara cepat.
Meski demikian, hingga kini belum jelas di mana tepatnya pasukan tersebut akan ditempatkan atau misi apa yang akan mereka jalankan.
Pengiriman pasukan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.
Perang Terus Memanas di Kawasan
Sementara itu, serangan militer juga terus berlangsung di berbagai wilayah. Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk pos keamanan, fasilitas penyimpanan senjata, dan kantor pemerintahan.
Menurut perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 1.300 orang telah tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik dimulai.
Di sisi lain, dampak konflik juga dirasakan di negara lain. Serangan Israel di Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sembilan anggota satu keluarga, termasuk empat anak-anak.
Situasi ini menunjukkan bahwa perang yang bermula dari ketegangan antara beberapa negara kini semakin meluas dan berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah serta pasar energi dunia. (nsp)