news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Sudah Masuk Laut Indonesia, Dua Kargo Minyak dari Singapura Tiba-Tiba Diminta Balik, Ini Penjelasan Bahlil

Bahlil Lahadalia mengungkap dua kargo minyak yang dibeli dari Singapura sempat diminta kembali oleh penjual meski kapal sudah menuju Indonesia.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap kejadian tidak biasa dalam proses pembelian minyak dari Singapura. Dua kargo minyak yang telah dibeli Indonesia bahkan sudah berlayar menuju Tanah Air, namun tiba-tiba diminta kembali oleh pihak penjual di tengah perjalanan.

Peristiwa tersebut dilaporkan langsung oleh Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Bahlil menjelaskan bahwa minyak tersebut sebelumnya telah dibeli melalui proses tender oleh Pertamina melalui trader internasional.

Kargo Minyak Sudah Berlayar ke Indonesia

Dalam laporannya, Bahlil mengatakan bahwa proses pembelian minyak dari Singapura telah berjalan sesuai mekanisme perdagangan yang berlaku.

Pertamina telah memenangkan tender melalui trader dan kapal pengangkut minyak bahkan sudah meninggalkan Singapura menuju Indonesia.

“Beberapa hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura. Sudah ditenderkan oleh Pertamina lewat trader. Kapalnya sudah berangkat dan sudah masuk ke laut Indonesia,” kata Bahlil.

Namun di tengah perjalanan, muncul situasi yang tidak terduga.

Penjual Tiba-Tiba Minta Kargo Minyak Dikembalikan

Bahlil mengungkapkan bahwa pihak penjual secara tiba-tiba meminta dua kapal pengangkut minyak tersebut untuk kembali.

Permintaan tersebut terjadi ketika kapal sudah berada di perairan Indonesia.

“Kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” ujar Bahlil.

Kejadian ini disebut terjadi sekitar dua hingga tiga hari sebelum laporan disampaikan dalam sidang kabinet.

Situasi tersebut langsung memicu perhatian pemerintah karena menyangkut pasokan energi nasional.

Pasar Minyak Global Sedang Tidak Normal

Menurut Bahlil, kejadian tersebut mencerminkan kondisi pasar minyak global yang saat ini tidak stabil.

Kelangkaan pasokan membuat persaingan mendapatkan minyak mentah semakin ketat di pasar internasional.

Dalam kondisi seperti itu, pihak yang menawarkan harga lebih tinggi berpotensi mengambil alih pasokan yang sebelumnya sudah dijual kepada pembeli lain.

“Sekarang mekanisme pasar tidak normal. Siapa yang ada cuan dia beli, karena barangnya sekarang susah,” kata Bahlil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perdagangan minyak global sedang mengalami tekanan akibat terbatasnya ketersediaan pasokan.

Pemerintah Protes ke Penjual

Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah segera melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mengambil langkah tegas.

Bahlil mengatakan Indonesia langsung menyampaikan komplain kepada pihak penjual terkait keputusan meminta kembali dua kargo minyak yang sudah dikirim.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan kemungkinan menempuh jalur hukum apabila pengiriman minyak tidak dilanjutkan sesuai kesepakatan kontrak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepastian pasokan energi nasional tetap terjaga.

Dua Kargo Dijadwalkan Kembali ke Indonesia

Setelah dilakukan komunikasi dan tekanan kepada pihak penjual, akhirnya ada titik terang dalam kasus tersebut.

Bahlil menyampaikan bahwa kedua kapal pengangkut minyak tersebut dijadwalkan kembali menuju Indonesia.

Pengiriman ulang dijadwalkan akan dilakukan pada 18 Maret.

“Nah untuk dua kapal itu kami sudah koordinasi dengan Pertamina. Kami sudah komplain dan tanggal 18 akan ada pengembaliannya dua kargo itu,” ujar Bahlil.

Ia juga menambahkan bahwa pihak penjual tampaknya mulai mempertimbangkan kembali sikap mereka setelah pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras.

Pemerintah Siap Tempuh Jalur Hukum

Meski persoalan tersebut kini mulai menemukan solusi, pemerintah tetap menegaskan akan mengambil langkah hukum jika pengiriman tidak dilaksanakan sesuai kesepakatan.

Bahlil mengatakan langkah hukum tersebut telah menjadi arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kepentingan energi nasional.

“Kalau tidak, kita gugat sesuai dengan apa yang Bapak arahkan,” kata Bahlil.

Ia menilai tekanan yang diberikan pemerintah Indonesia membuat pihak penjual akhirnya bersedia kembali mengirim kargo minyak tersebut.

Menurut Bahlil, sikap tegas pemerintah diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam perdagangan energi di masa mendatang. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral