- Kolase SMAN 5 Bandung & tvOne/Cepi Kurnia
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Diduga Akibat Tawuran, Singgung Lemahnya Peran Orang Tua
- Instagram @bagasinetwork
Karena kasus tersebut secara mandiri, kata dia, hal ini menjadi catatan penting bahwa tidak semua persoalan dibebakan kepada sekolah maupun pemerintah daerah.
Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan tentang tanggung jawab dari negara. Sekolah ditugaskan untuk melakukan pengawasan di tengah kegiatan belajar mengajar.
"Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara, di luar jam sekolah sudah menjadi tanggung jawab orang tua," tegasnya.
Namun begitu, ia mengimbau agar semua pihak bekerja sama. Setidaknya minimal menjaga ketertiban hingga keamanan untuk kalangan pelajar.
Ia melihat aparat polisi sudah berusaha mungkin menunjukkan sikap tegasnya. Apalagi dalam urusan menangani hingga mencegah kasus tawuran dan kekerasan antarpelajar di wilayah Jabar.
Ia mengimbau aturan terhadap pelajar harus semakin diperketat dan dipertegas ke depannya, khususnya aturan untuk para siswa yang terlibat tawuran. Tujuannya agar kejadian pelajar meninggal dunia akibat tawuran tidak terulang lagi.
"Tidak semuanya harus diurus sama sekolah dan Gubernur. Kecuali (tragedi) berada di jam sekolah. Selama jam sekolah itu, tentu sudah tanggung jawab negara," bebernya.
Sementara, Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung turut menyikapi kabar tewasnya siswa SMAN 5 Kota Bandung diduga akibat tawuran.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas terhadap setiap kelompok pelajar, mulai dari SMP hingga SMA.
Farhan menyebut pemerintah semakin memperketat terhadap kelompok pelajar yang berkumpul hingga nongkrong di luar jam sekolah.
Pemerintah sudah mengumpulkan data dari proses identifikasi beberapa titik tongkrongan. Sejumlah tempat itu diduga sering kali disalahgunakan oleh siswa untuk melancarkan kegiatan negatif.
"Saya akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian, Polrestabes Bandung agar membina terhadap kelompok anak-anak SMA yang sekarang teridentifikasi berkelompok di tempat warung dekat sekolah," ucap Farhan di Balai Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).
Pemerintah Kota Bandung Tindak Tempat Tongkrongan Anak Sekolah
Ia menjelaskan, pihak intelijen sudah membuat peta pelajar yang kerap membawa nama kelompok tongkrongan warung. Ironisnya, banyak siswa melakukan berbagai jenis pelanggaran saat berkumpul, salah satunya mengonsumsi minuman keras (miras).