- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Suhu Jakarta Tembus 35,4 Derajat
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia.
Fenomena ini mulai terlihat dari perubahan pola cuaca di berbagai daerah, termasuk meningkatnya suhu udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani mengatakan sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
“BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Ida saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).
Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3 persen), Mei (184 ZOM; 26,3 persen), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3 persen) diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Menurutnya, tanda-tanda awal musim kemarau bahkan sudah mulai terlihat di beberapa wilayah Pulau Jawa, termasuk perubahan dominasi kondisi cuaca yang lebih cerah dibandingkan sebelumnya.
“Pada saat ini, musim kemarau sudah memasuki beberapa wilayah di Pulau Jawa, sehingga pola cuaca didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal, namun masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah,” jelasnya.
Di tengah perubahan pola cuaca tersebut, masyarakat juga mulai merasakan peningkatan suhu udara, terutama di kawasan Jabodetabek.
BMKG mencatat suhu udara maksimum di Jakarta dalam beberapa hari terakhir mencapai level yang cukup tinggi.
“Dalam beberapa hari terakhir Suhu Udara maksimum yang terukur di wilayah Jakarta mencapai 35.4 oC, tepatnya di wilayah Jakarta Timur,” ungkap Ida.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca yang masih dinamis pada masa peralihan menuju musim kemarau. Meski cuaca cenderung cerah dan panas pada siang hari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah. (agr)