- Antara
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Bahas Militerisme, Stafsus Wapres: Kami Usut Tuntas
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memberikan atensi serius terhadap kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Staf Khusus Wakil Presiden, Achmad Adhitya, menegaskan bahwa pihak berwenang akan melakukan investigasi mendalam hingga kasus tersebut terang benderang.
"Pemerintah akan mengusut tuntas tindakan kekerasan ini dan memastikan hal serupa tidak terjadi kembali," tegas Adhitya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (15/3).
Adhitya menyatakan bahwa aksi kekerasan semacam itu adalah pelanggaran serius, mengingat konstitusi Indonesia memberikan perlindungan penuh terhadap kebebasan berpendapat dan hak berkegiatan warga negara sebagai pilar demokrasi.
"Saya mengutuk peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Hal ini tidak boleh terjadi karena negara, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, menjamin kebebasan penyampaian pendapat dan berkegiatan sebagai bagian dari demokrasi yang dijamin oleh Undang-Undang," tambahnya.
Menurut Adhitya, Andrie Yunus memiliki hak mutlak untuk memperoleh keadilan. Ia juga menekankan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab besar dalam menciptakan ruang demokrasi yang aman sekaligus memberikan rasa adil bagi tiap elemen masyarakat.
"Negara akan selalu bertanggung jawab memberikan rasa adil dan ruang demokrasi kepada semua pihak," ujar Adhitya.
Peristiwa kelam ini menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang diserang oleh orang tak dikenal (OTK).
Serangan tersebut mengakibatkan luka bakar serius di area kaki dan tangan, serta menimbulkan gangguan pada fungsi penglihatannya.
Insiden ini terjadi tak lama setelah Andrie merampungkan sesi rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Saat itu, ia tengah membahas isu sensitif mengenai militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Berdasarkan data yang dihimpun, penyerangan terjadi pada Kamis (12/3) malam, sekitar pukul 23.37 WIB.
Saat korban tengah melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, tiba-tiba dua orang berboncengan motor mendekat dan menyiramkan cairan kimia berbahaya tersebut sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi.
Akibat tindakan keji itu, aktivis KontraS itu menderita luka bakar yang mencakup sekitar 24 persen bagian tubuhnya.