news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews.com

Tak Ditutupi Lagi, Dedi Mulyadi Bongkar Akar Masalah dari Kemiskinan di Jawa Barat, Apa Saja?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan terdapat beberapa faktor yang menjadi akar permasalahan kemiskinan masih terjadi di Jawa Barat. Terdapat 5 faktor
Senin, 16 Maret 2026 - 06:15 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan terdapat beberapa faktor yang menjadi akar permasalahan kemiskinan masih terjadi di Jawa Barat.

Menurut Kang Dedi Mulyadi (KDM), terdapat beberapa faktor yang menjadi akar permasalahan kemiskinan di Jawa Barat, seperti kesehatan, pendidikan, modal usaha, tanah, dan pola hidup.

“Pertama akses terhadap kesehatan. Dua, akses terhadap pendidikan. Ketiga adalah akses terhadap modal usaha,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada tayangan YouTube Liputan 6.

“Keempat, akses terhadap tanah. Dan kelima, pola hidup,” sambungnya.

Masalah pendidikan masih menjadi perhatian untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Barat. 

Warga di Jawa Barat masih berpendapat bahwa sekolah itu mahal, sehingga rata-rata memiliki pendidikan yang rendah.

“Mereka rata-rata sekolahnya rendah. Kenapa? Karena dulu merasa sekolah itu mahal. Maka pendidikan harus free untuk semua orang,” ujarnya.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bertanggung jawab memberikan program pendidikan gratis hingga setara SMA dan SMK.

“Pemerintah harus bertanggung jawab untuk menggratiskan pendidikan sampai tingkat SMA dan SMK, di Jawa Barat sudah melakukannya,” kata KDM.

Tak hanya sekolah gratis, biaya berobat juga akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat. Hal ini untuk membantu warganya yang kesulitan secara ekonomi untuk biaya perawatan rumah sakit.

“Ketika sakit, dia mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk berobat. Maka pemerintah harus memberikan jaminan terhadap rakyatnya untuk berobat yang ditanggung oleh pemerintah. Baik lewat BPJS maupun ditanggung lewat dana cash,” jelas Gubernur Jawa Barat itu.

Sebagai contoh, Dedi Mulyadi mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membantu seorang anak yang mengalami pembocoran jantung.

BPJS tidak dapat menutupi seluruh biaya perawatan di rumah sakit karena terlalu mahal, sehingga Pemprov Jabar membantu membayar tagihan operasi menggunakan APBD.

Contoh berikutnya, seorang pasien asal Garut mengalami pendarahan di lutut. Namun, BPJS tak mampu membayarnya lantaran obatnya sangat mahal, sekitar Rp9 Juta/capsule.

“Itu kan nggak bisa lama nunggu. Biasanya saya transfer pribadi,” tutur Dedi Mulyadi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:32
02:38
01:37
01:55
01:48
03:02

Viral