- Istimewa
Musim Kemarau Diprediksi Datang Lebih Awal, 35 OMC Disiapkan Antisipasi Karhutla
Jakarta, tvOnenews.com - Musim kemarau diprediksi datang lebih awal.
Terkait prediksi ini, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menyebut berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satunya, yakni melakukan 35 Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mengingat terdapat potensi El Nino lebih dini.
"Untuk OMC itu sendiri budget-nya cukup besar dan memang harus dilakukan secara rutin. Jadi kami sudah membuat timeline dalam satu tahun ini kita membutuhkan tidak kurang dari 35 OMC," ujarnya, Senin (16/3/2026).
Rohmat menyebut jadwal OMC disusun mengingat BMKG menyampaikan terdapat potensi kemarau yang lebih panjang pada tahun ini dibandingkan pada 2025 lalu.
Selain itu, kata dia, BMKG juga memberikan peringatan soal El Nino. Sebelumnya El Nino diprediksi muncul di tahun 2027, namun kini diperkirakan maju tahun ini.
Terkait anggaran, Rohmat mengatakan OMC akan dilakukan dengan kolaborasi bersama BNPB dan pihak swasta.
Sementara itu, Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menambahkan OMC dapat dilakukan 10-12 hari dengan sortie dua kali per hari.
Untuk anggarannya, kata dia, bisa menghabiskan Rp2,3-2,5 miliar untuk satu kali operasi.
"Satu wilayah administrasi provinsi dengan titik fokus pada wilayah kabupaten/kota yang terdapat kejadian karhutla masif," terangnya.
Adapun OMC dilakukan untuk wilayah administrasi provinsi terutama yang biasanya menjadi wilayah rawan karhutla. (ant/nsi)