news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mentan Amran Sidak di Maros, Alsintan Kotor dan Sawah Terbengkalai Berujung Sanksi Tegas.
Sumber :
  • Istimewa

Mentan Amran Sidak di Maros, Alsintan Kotor dan Sawah Terbengkalai Berujung Sanksi Tegas

Mentan Amran sidak di Maros temukan alsintan kotor dan sawah terbengkalai. Sanksi tegas langsung dijatuhkan demi jaga aset negara.
Selasa, 17 Maret 2026 - 11:33 WIB
Reporter:
Editor :

Makassar, tvOnenews.com – Menjelang suasana tenang Lebaran 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman justru membuat gebrakan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Maros, Sulawesi Selatan, Amran menemukan kondisi alat dan mesin pertanian (alsintan) milik negara yang tidak terawat serta lahan sawah yang dikelola tidak optimal.

Temuan ini langsung memicu reaksi keras dari Mentan Amran. Ia menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam menjaga aset negara yang berasal dari uang rakyat.

Temuan Mengejutkan di Lahan Perbenihan

Inspeksi dilakukan saat Mentan Amran meninjau pertanaman padi untuk perbenihan di salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian pada Senin (16/3/2026). Awalnya, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan produksi benih padi.

Namun, situasi di lapangan justru jauh dari harapan. Sejumlah alsintan terlihat dalam kondisi kotor, bahkan dipenuhi lumpur yang menunjukkan minimnya perawatan setelah digunakan.

Tidak hanya itu, area penyimpanan alsintan juga dinilai tidak sesuai standar. Beberapa alat dibiarkan begitu saja tanpa dibersihkan terlebih dahulu, padahal memiliki nilai yang tinggi dan merupakan aset negara.

“Ini tidak boleh terjadi. Alsintan itu mahal, itu uang rakyat, harus dirawat,” tegas Amran di hadapan para pegawai.

Teguran Keras: Cerminan Ketidakpedulian

Mentan Amran menilai kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya disiplin dan rendahnya kepedulian terhadap aset negara.

Menurutnya, setiap komponen dalam alsintan, bahkan hingga baut terkecil sekalipun, merupakan bagian dari uang rakyat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Tahu tidak? Setiap baut itu uang rakyat, pajak rakyat. Ini bentuk ketidakpedulian,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelalaian dalam pengelolaan fasilitas pertanian, terutama yang berkaitan langsung dengan produktivitas sektor pangan.

Sawah Tergenang, Target Percontohan Gagal

Selain alsintan, Amran juga menemukan kondisi sawah yang tergenang air dan tidak dikelola dengan baik. Padahal, lokasi tersebut seharusnya menjadi kawasan percontohan pengembangan benih padi di wilayah Sulawesi.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena berpotensi mengganggu produktivitas dan kualitas benih yang dihasilkan.

“Kenapa tidak dipompa? Kenapa tidak dikerjakan? Harusnya ini jadi percontohan, tapi justru paling buruk,” kata Amran saat meninjau lahan tersebut.

Sanksi Tegas Langsung Dijatuhkan

Merespons berbagai temuan tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah tegas di lokasi. Ia memerintahkan pemberian sanksi keras kepada pihak yang bertanggung jawab.

Bahkan, secara langsung ia meminta agar pegawai yang lalai diberikan SP3 atau peringatan terakhir sebagai bentuk tindakan disiplin.

“Ini kasih SP3, peringatan terakhir,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, Amran juga menghubungi jajaran internal Kementerian Pertanian untuk memastikan sanksi tersebut segera dijalankan.

Pimpinan Juga Tak Luput dari Evaluasi

Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada pada pelaksana di lapangan, tetapi juga pimpinan unit kerja.

Ia meminta agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk kepada pimpinan yang dinilai tidak menjalankan instruksi dengan baik.

“Kasih peringatan juga pimpinannya. Semua harus dievaluasi,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berjenjang dan tidak tebang pilih.

Alsintan Aset Strategis Negara

Mentan Amran menekankan bahwa alsintan merupakan instrumen penting dalam mendorong modernisasi pertanian. Peran alsintan sangat vital dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pangan nasional.

Selama ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menggelontorkan berbagai bantuan alsintan ke daerah untuk mempercepat mekanisasi pertanian.

Oleh karena itu, setiap unit alsintan harus diperlakukan sebagai aset strategis negara yang wajib dijaga dan dirawat dengan baik.

Pengawasan Akan Diperketat

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Pertanian akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan aset negara, khususnya di sektor pertanian.

Bagi Mentan Amran, keberpihakan kepada petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dan program, tetapi juga melalui kedisiplinan dalam menjaga aset yang dibiayai dari uang rakyat.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian yang dapat merugikan negara dan menghambat peningkatan produksi pangan.

Dengan penindakan tegas ini, pemerintah berharap pengelolaan alsintan dan fasilitas pertanian ke depan dapat lebih profesional, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara optimal. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:47
06:03
01:21
01:11
01:18
01:06

Viral