- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Puncak Arus Mudik 2026, Kapolri: 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, sebanyak 1,2 kendaraan akan meninggalkan kota Jakarta saat puncak arus mudik Lebaran tahun 2026, atau hari keenam Operasi Ketupat tahun 2026, pada Rabu (18/3/2026).
Jenderal Sigit menerangkan, jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan mudik Lebaran tahun 2025 dan volume kendaraan saat hari biasa.
“Perkiraan untuk saat ini yang keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan. Ini yang melalui tol atau naik 20,89% dibandingkan volume lalu lintas harian normal atau naik 2,83% dibandingkan Lebaran tahun 2025,” kata Sigit, di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Sigit mengatakan, terpantau titik paling padat pada beberapa waktu lalu yakni berada di Gilimanuk, dan Gerbang Tol Cikatama. Namun, saat ini pihaknya telah melakukan penguraian kendaraan.
“Titik yang paling padat saat ini yang terpantau beberapa waktu yang lalu Gilimanuk, namun alhamdulillah pelan-pelan sudah bisa kita urai, sedangkan di jalur tol di gerbang tol Cikatama tentunya kami juga memberikan pelayanan terkait dengan masyarakat yang membutuhkan,” jelas Sigit.
Kemudian Sigit menjelaskan, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2026 ini mengalami penurunan sebanyak 40,91 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
“Sampai dengan hari keenam ini alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan kepada kita ini menurun 40,91% atau 682 kasus dibandingkan pada operasi ketupat tahun 2025 kemarin,” ucap Sigit.
“Alhamdulillah mudah-mudahan angka ini bisa kita pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik,” lanjutnya.
Sementara itu Sigit menuturkan, saat ini pihak kepolisian juga telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, hingga fasilitas untuk pengecekan kesehatan.
“Dan kemudian masyarakat untuk bisa mengetahui informasi terkait dengan arus mudik kita sudah mempersiapkan layanan informasi mulai dari NTMC, Traffoy, kemudian ada juga Sipolan untuk di wilayah Jawa Tengah dan Siger untuk di wilayah Lampung,” tutur Sigit. (ars/iwh)