- tim tvOne
Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp336 Triliun, Satu Kawasan Dominasi 30 Persen
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyebutkan bahwa kinerja KEK secara nasional terus menunjukkan tren positif dalam menarik investasi dan membuka lapangan kerja.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di 25 KEK di Indonesia mencapai Rp82,6 triliun atau sekitar 98 persen dari target. Dari sisi ketenagakerjaan, kawasan KEK menyerap 88.541 tenaga kerja, melampaui target yang ditetapkan.
“Hal ini menunjukkan KEK semakin efektif sebagai instrumen untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah,” jelasnya.
Berdasarkan kajian Prospera bersama LPEM Universitas Indonesia, wilayah yang memiliki KEK cenderung menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK. Penyerapan tenaga kerja juga tercatat 52 persen lebih besar. Untuk KEK sektor industri, investasi asing langsung (FDI) bahkan dapat mencapai 179 persen lebih tinggi.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, menegaskan bahwa KEK berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029, dengan KEK sebagai salah satu pendorong utama.
“Kami terus meningkatkan kualitas pendataan di KEK guna mendukung penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih akurat,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan media, Dewan Nasional KEK mendorong peningkatan pemahaman publik terkait peran KEK dalam investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta transformasi ekonomi nasional. (gol)