- freepik
Jurus Ampuh Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah?" dan "Kapan Punya Anak?" Saat Lebaran
Dalam menanggapi pertanyaan yang dirasa sensitif, Nena merekomendasikan untuk melakukan beberapa hal, yakni dengan tersenyum dan kemudian menghindar.
"Paling tidak orang tersebut juga tahu bahwa kita tidak nyaman dengan situasi tersebut " tegasnya.
Kedua yakni menanggapinya dengan santai dan bercanda.
"Misalnya, kapan nikah? Ya besok kalau tidak kesiangan," katanya.
Kemudian bila menghadapi orang yang dirasa toksik, dapat senyum dan berlalu saja.
"Jadi tidak mesti semuanya diberikan jawaban yang lengkap," katanya lagi.
Dalam menjawab agar pertanyaan serupa dapat dipahami oleh keluarga atau orang yang lebih tua, perlu diketahui dalam hidup kita terdapat tiga layer relasi, yakni orang yang sangat dekat dengan kita, kedua adalah orang terdekat dan ketiga adalah Tuhan.
Untuk menanggapi orang terdekat bisa saja memilih untuk merespon tersenyum, berlalu dan hanya mengatakan "doakan saja".
Sementara untuk layer kedua yakni orang tua atau keluarga dekat, bisa menyampaikan alasan meski tidak rinci.
Dan pada layer ketiga, menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan lewat lantunan doa.
Psikolog yang juga praktik di klinik Bali Psikolog ini mengatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, sehingga sapa menyapa dengan keluarga, kerabat terutama pada momentum Lebaran merupakan hal yang wajar.
Namun setiap orang memang bisa saja memiliki luka batin, ada yang sembuh dan belum sembuh sehingga memiliki sensitivitas masing-masing atas pertanyaan.
"Saya rasa hal ini (pertanyaan yang dianggap sensitif) jangan sampai menghambat kebahagiaan kita dalam menyambut Hari Raya Lebaran," pungkasnya. (ant)