- Instagram @jabarprovgoid
Suaranya Bergetar, Dedi Mulyadi Minta Maaf pada Warga Jawa Barat yang Tak Sanggup Makan hingga Beli Kain Kafan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jabar atas hal-hal yang masih belum bisa ia penuhi sebagai pemimpin.
Ia menyadari bahwa selama ini masih banyak memiliki ketidaksempurnaan dalam melayani warga Jabar. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato salat Idulfitri di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (21/3/2026).
Berdiri di podium, Dedi Mulyadi menyapa warga yang hadir dengan suara bergetar. Orang nomor satu di Jawa Barat ini meminta maaf kepada seluruh masyarakat.
"Selama memerintah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jawa Barat," tuturnya, dikutip Senin (23/3/2026).
Menurutnya, masalah kemiskinan masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi di tempatnya mengabdi sebagai pemimpin. Oleh karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf.
"(Mohon maaf) apabila ada yang meninggal tak mampu beli kain kafan, apabila ada anak-anak yang sekolah tak mampu beli baju dan sepatu, apabila masih ada rumah yang tidak bisa makan karena kehabisan beras," ujar sang gubernur.
Dirinya mengakui bahwa alokasi keuangan masih belum bisa mengatasi semua masalah yang dihadapi warga sehari-hari.
Ia juga menilai masih banyak rumah tak layak yang dihuni warga. Namun, para warga tak punya pilihan selain mendiami rumahnya saat ini karena ketidakmampuan biaya.
Selain itu, ia juga menyoroti masalah infrastruktur jalan yang masih membuat warga berkendara dengan tidak nyaman. Di dalam pidatonya, ia menyiratkan bahwa ia tahu hal ini harus diatasi.
Termasuk juga di daerah pelosok, masih banyak jalanan yang berlubang sehingga membuat warga mengalami kecelakaan.
"(Mohon maaf) apabila ada orang terjatuh karena jalannya bolong, apabila ada jalur irigasi belum tersalurkan," katanya menambahkan.
Dedi juga menyoroti masalah kesehatan, seperti ibu hamil yang tak mampu membayar biaya sesar hingga orang-orang yang tak sanggup membiayai pengobatannya.
Dirinya tak lupa menyoroti soal masyarakat yang tidak sanggup membayar BPJS Kesehatan dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya.
"Saya sampaikan permohonan maaf pada seluruh warga Jabar atas kekeliruan kami, dan kammi mohon ampun pada Allah SWT belum memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat," ujar dia lagi.